BPBD Sumsel: 11 daerah telah tetapkan siaga karhutla
Minggu, 26 Juli 2026 20:26 WIB
Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman karhutla di Pematang Pudu, Bengkalis yang luasnya mencapai 80 hektare. (ANTARA/HO-Manggala Agni)
Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 11 kabupaten di wilayah itu telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Minggu, mengatakan Kabupaten Lahat menjadi daerah terbaru yang menetapkan status siaga karhutla setelah surat keputusan (SK) penetapan status tersebut ditandatangani oleh bupati.
Dengan bertambahnya Kabupaten Lahat, BPBD Sumsel mencatat kini terdapat 11 daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla. Daerah tersebut meliputi Kabupaten OKU Selatan, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Rawas (Mura), serta Kabupaten Lahat.
Penetapan status siaga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau. Kesiapsiagaan tersebut mencakup penyiapan personel, peralatan, koordinasi lintas instansi, hingga dukungan anggaran untuk penanganan bencana.
BPBD Sumsel juga terus mendorong kabupaten dan kota lain yang belum menetapkan status siaga agar segera menyelesaikan proses penetapan sebagai bentuk antisipasi dini.
"Termasuk bagi daerah yang tidak rawan, kita harapkan juga menetapkan status siaga ini," ujarnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah, BPBD Sumsel mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang lebih luas seiring kondisi cuaca yang semakin kering menjelang puncak musim kemarau.
Sudirman mengatakan pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan potensi karhutla sehingga dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, maupun transportasi di Sumatera Selatan dapat dihindari.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026