BPIP Resmi Buka Pemusatan Pelatihan Paskibraka Tingkat Pusat 2026

Moehamad Dheny Permana

| 16 Juli 2026, 18:50 WIB

BPIP Resmi Buka Pemusatan Pelatihan Paskibraka Tingkat Pusat 2026

BPIP resmi membuka Pemusatan Pelatihan dan Pembinaan Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Kamis (16/7/2026).

AKURAT.CO Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi membuka Pemusatan Pelatihan dan Pembinaan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Kamis (16/7/2026).

Program tersebut diikuti putra-putri terbaik dari 38 provinsi yang telah lolos seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi di tingkat pusat.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan keberhasilan para peserta menjadi calon Paskibraka bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pengabdian kepada bangsa.

Menurutnya, pemusatan pelatihan menjadi momentum membentuk karakter, memperkuat integritas, serta menanamkan jiwa kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

"Pancasila tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan yang adik-adik ambil setiap hari. Itulah makna sejati menjadi Paskibraka, yaitu menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila," kata Yudian.

Terapkan Konsep "Desa Bahagia"

Selama mengikuti pemusatan pelatihan, para calon Paskibraka tinggal bersama di asrama yang menerapkan konsep "Desa Bahagia", yakni lingkungan yang dirancang sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup dalam semangat gotong royong.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Surahno menjelaskan, pembinaan tahun ini menggunakan metode yang lebih komprehensif melalui tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah Pembelajaran Aktif, yang bertujuan memperkuat pemahaman Pancasila, wawasan kebangsaan, dan kemampuan berpikir kritis melalui metode experiential learning, termasuk studi lapangan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Baca Juga: Hutama Karya Percepat Persiapan Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin