BPJS Ketenagakerjaan Surakarta dorong perusahaan perkuat penerapan SMK3
Sabtu, 19 September 2026 16:13 WIB
Kegiatan Sosialisasi Penerapan SMK3 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan
Solo (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta mendorong perusahaan peserta untuk memperkuat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penerapan SMK3 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (16/9). Kegiatan ini diikuti 127 peserta dari perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan dan pihak terkait.
Kegiatan sosialisasi merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran perusahaan terhadap pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Dian Agung Senoaji mengatakan kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan ketika terjadi risiko kecelakaan kerja tetapi bagaimana bersama-sama dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja yang semakin aman dan sehat sehingga risiko tersebut dapat dicegah sejak awal.
Penerapan K3 bukan hanya menjadi tanggung jawab pekerja, K3 merupakan tanggung jawab bersama anata manajemen, pekerja, dan seluruh pihak yang berada di lingkungan perusahaan.
“Penerapan K3 bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga investasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Kami berharap sosialisasi ini dapat mendorong perusahaan peserta untuk semakin konsisten melakukan pencegahan kecelakaan kerja dan membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan,” ujar Dian.
Bukan lagi, kecelakaan terjadi baru ditangani, tetapi potensi kecelakaan ditemukan dan dikendalaikan sebelum terjadi.
Perlindungan pekerja jangan hanya bersifat kuratif, yaitu memberikan perlindungansetelah risiko terjadi, tetapi juga semakin mengedepankan upaya pencegahan dan pengendalian, kata dian.
”Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong penguatan sinergi bersama perusahaan dan instansi terkait dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja serta mendukung perlindungan tenaga kerja.
BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan edukasi dan promotif preventif guna mendorong perusahaan meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Madya Ariyono Hidayat Fajriyanto, ST, sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai penerapan K3 dan pencegahan risiko kecelakaan kerja.
Ariyono menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur di tempat kerja dalam penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja.
“Penerapan SMK3 perlu dilakukan secara konsisten melalui identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, serta keterlibatan seluruh unsur di tempat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab bersama antara perusahaan dan pekerja untuk mencegah kecelakaan kerja,” jelas Ariyono.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.