BPS: Angka bekerja naik namun dominasi sektor informal meningkat
Rabu, 5 Agustus 2026 23:34 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution memberikan keterangan terkait ketenagakerjaan Lampung, Bandarlampung, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyampaikan bahwa jumlah penduduk bekerja di wilayah tersebut naik namun dominasi sektor informal meningkat.
BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja di daerah tersebut bertambah sebanyak 35.500 orang pada Mei 2026 bila dibandingkan Februari 2026.
"Komposisi angkatan kerja di Lampung pada Mei 2026, untuk jumlah penduduk yang bekerja ada sebanyak 4,95 juta orang. Apabila dibandingkan Februari 2026 yang jumlahnya hanya 4,91 juta orang," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution di Bandarlampung, Rabu.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja meningkat 37.640 orang atau 0,74 persen dimana jumlah angkatan kerja di Mei sebanyak 5,15 juta orang sedangkan di Februari hanya 5,11 juta orang.
"Untuk penduduk usia kerja di Mei 2026 jumlahnya ada sebanyak 7,2 juta orang, naik 24.460 orang dibandingkan Februari 2026. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja sebanyak 5,15 juta orang, sedangkan sisanya bukan angkatan kerja dengan jumlah 2,11 juta orang," katanya.
Dia melanjutkan untuk tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2026, dimana pada Mei 2026 sebesar 70,93 persen naik 0,28 persen dibanding Februari 2026.
TPAK sendiri mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah.
"Berdasarkan jenis kelamin, tingkat partisipasi angkatan kerja lak-laki sebesar 88,46 persen lebih tinggi dari pada perempuan yang hanya 52,74 persen," ucap dia.
Untuk komposisi penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan utama, ada tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak yakni pertanian,kehutanan, dan perikanan sebesar 44,04 persen, kemudian untuk perdagangan besar dan eceran 16,70 persen serta industri pengolahan sebesar 8,41 persen.
"Tingkat pengangguran terbuka di Mei 2026 sebesar 3,97 persen, dan bila dilihat menurut daerah tempat tinggal, tingkat pengangguran terbuka perkotaan sebesar 6,15 persen lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran di daerah perdesaan sebesar 2,54 persen," tambahnya.
Kendati demikian, proporsi pekerja formal menurun menjadi 30,83 persen, seiring turunnya proporsi pekerja penuh menjadi 57,17 persen.
"Sedangkan pertanian yang tetap menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Lampung mendapatkan penambahan tenaga kerja sebanyak 15,94 ribu orang, sedangkan sektor industri tenaga kerja bertambah 8,18 ribu orang dan perdagangan tenaga kerja bertambah 4,74 ribu orang," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.