BPS catat penduduk miskin Lampung berkurang 28,24 ribu orang di Maret 2026

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung berkurang sebanyak 28,24 ribu orang di Maret 2026 dibandingkan September 2025.

"Jumlah penduduk miskin di Lampung pada Maret 2026 mencapai 831,89 ribu orang, bila dibandingkan September 2025 jumlah itu menurun 28,24 ribu orang," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan bila dibandingkan dengan Maret 2025 jumlah penduduk miskin Lampung menurun 55,13 ribu orang.

"Berdasarkan daerah tempat tinggal di periode September 2025-Maret 2026 jumlah penduduk miskin perkotaan turun 0,6 ribu orang, sedangkan di perdesaan turun 27,7 ribu orang," katanya.

Sedangkan persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 7,37 persen menjadi 7,28 persen, sedangkan di perdesaan turun dari 10,88 persen menjadi 10,41 persen.

"Garis kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp657.467 per kapita per bulan dibandingkan September 2025, garis kemiskinan meningkat 3,69 persen dan bila dibandingkan Maret 2025 naik 7,35 persen," ucap dia.

Dia melanjutkan garis kemiskinan makanan di Maret 2026 sebesar Rp494.630 per kapita per bulan, sedangkan garis kemiskinan non makanan di Maret 2026 Rp162.837 per kapita per bulan.

"Pada Maret 2026, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan umumnya hampir sama. Beras masih memberi sumbangan terbesar, yakni sebesar 19,83 persen di perkotaan dan 24,33 persen di perdesaan," tambahnya.

Kemudian rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan sebesar 12,79 persen di perkotaan dan 11,39 persen di perdesaan.

Lalu telur ayam ras sebesar 4,86 persen di perkotaan dan 4,46 persen di perdesaan, tempe sebesar 2,65 persen di perkotaan dan 2,19 persen di perdesaan, roti 2,52 persen di perkotaan dan 2,39 persen di perdesaan, kopi bubuk dan kopi instan 2,51 persen di perkotaan dan 2,59 persen di perdesaan, bawang merah 2,27 persen di perkotaan dan 2,50 persen di perdesaan.

Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar, pada garis kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan sebesar 7,75 persen di perkotaan dan 8,00 persen di perdesaan, bensin 3,28 persen di perkotaan dan 3,44 persen di perdesaan, dan listrik 3,08 persen di perkotaan dan 2,26 persen di perdesaan.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.