BPS Jayawijaya pastikan data ekonomi masyarakat sangat dijaga kerahasiaannya
Rabu, 12 Agustus 2026 19:52 WIB
Kepala BPS Kabupaten Jayawijaya Arther L Purmiasa diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan terkait sensus ekonomi.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan memastikan data ekonomi masyarakat dalam program sensus ekonomi sangat dirahasiakan.
Kepala BPS Kabupaten Jayawijaya Arther L Purmiasa di Wamena, Rabu mengatakan data-data yang diambil oleh petugas sensus ekonomi sangat dirahasiakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir memberikan informasi sedetail mungkin kepada petugas lapangan.
"Kami memastikan data-data yang dikumpulkan oleh petugas sensus ekonomi dari setiap pertanyaan kepada masyarakat itu sangat dirahasiakan sehingga tidak perlu khawatir," katanya.
Menurut dia, BPS bertugas mengumpulkan data seperti aktivitas rumah tangga meliputi identitas usaha nama, alamat, NIB, kegiatan dan produk utama, penggunaan teknologi, kinerja keuangan pendapatan, pengeluaran, aset hingga kondisi sosial demografi pelaku usaha.
"Data-data ini nantinya dikumpulkan dan menjadi acuan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia dalam Menyusun program ekonomi dalam jangka pendek, menengah dan Panjang," ujarnya.
Dia menjelaskan sensus ekonomi yang dilakukan dalam tahun ini merupakan kelima kalinya setelah pertama dilakukan sejak tahun 1986.
"Sensus ekonomi yang berjalan saat ini kelima kalinya setelah pertama dilakukan pada 1986, 1996, 2006, 1916, 2026. Setiap 10 tahun sekali, pemerintah Indonesia akan menggelar sensus ekonomi guna menyediakan data dasar yang lengkap dan akurat mengenai seluruh kegiatan dan struktur ekonomi secara nasional di luar sektor pertanian," katanya.
Dia menambahkan BPS Kabupaten Jayawijaya membawahi tiga kabupaten di Papua Pegunungan untuk menjalankan program sensus ekonomi tahun 2026 di antaranya Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Yalimo.
"Tenaga lapangan yang kami gunakan untuk mensukseskan program sensus ekonomi tahun ini kurang lebih sebanyak 421 orang, yang dibagi di tiga daerah Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Yalimo," ujarnya.
Dia menyatakan sesuai pengecekan di lapangan terdapat masyarakat yang menolak memberikan informasi kepada petugas sensus ekonomi dengan berbagai alasan.
"Pengecekan kami di lapangan ada petugas-petugas sensus yang ditolak oleh masyarakat, kalau menolak yang rugi bukan BPS, karena kami hanya mencatat, mendata karena ke depan data yang diperoleh digunakan untuk perencanaan pembangunan masyarakat. Ketika yang punya usaha tidak terdata di dalamnya, sehingga ke depan ada bantuan modal usaha dari pemerintah kepada masyarakat kecil menengah maka mereka tidak memperoleh bantuan itu karena tidak terdaftar dalam sistem," katanya.
Rangkaian sensus ekonomi telah berlangsung sejak 1 Mei melalui pengisian mandiri untuk perusahaan skala besar, disusul pendataan lapangan secara door to door oleh petugas yang dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berakhir pada 31 Agustus 2026.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026