BPS Papua pastikan keamanan dan kerahasiaan data SE2026
Jumat, 28 Agustus 2026 07:55 WIB
Petugas SE2026 saat melakukan pendataan pada salah satu rumah warga di Papua (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua memastikan keamanan informasi yang disampaikan masyarakat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) tidak akan disalahgunakan dan tetap terlindungi kerahasiaannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Papua Akhmad Jaelani di Jayapura, Kamis, mengatakan perlindungan terhadap data responden merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sensus karena masyarakat perlu merasa aman ketika memberikan informasi kepada petugas.
"Keamanan data ini pertama memang dijamin oleh undang-undang," katanya.
Menurut Akhmad, BPS tidak hanya mengandalkan ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga menyiapkan sistem teknologi untuk mencegah data responden tersimpan atau digunakan secara tidak semestinya.
"Sehingga sistem yang digunakan dalam pengumpulan data SE2026 telah mendapatkan pengujian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," ujar dia.
Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan infrastruktur digital BPS mampu menjaga data yang dikumpulkan dari masyarakat.
"Sistem keamanan kami di pusat sudah diuji oleh BSSN. Dan kami bekerja sama dengan BSSN untuk memastikan keamanan sistem yang kami bangun," katanya.
Petugas sensus menggunakan perangkat untuk memasukkan informasi hasil wawancara dengan responden. Data tersebut tidak diberikan ruang untuk disimpan secara mandiri oleh petugas karena proses pengiriman dilakukan melalui sistem yang telah disiapkan BPS, katanya menambahkan.
"Data yang masuk ke HP tidak bisa disimpan oleh petugas. Data tersebut otomatis masuk ke cloud dan kemudian ke server kami untuk itu jangan takut," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026