BPS sebut usaha sekecil apapun memiliki andil terhadap pembangunan
Selasa, 14 Juli 2026 20:24 WIB
Kepala BPS Yogyakarta Joko Prayitno (Antara/HO-Dinas Kominfosan Yogya)
Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta mengatakan bahwa usaha sekecil apapun yang dijalankan masyarakat memiliki andil terhadap pembangunan, sehingga warga diharapkan memberikan informasi usaha secara jujur kepada petugas Sensus Ekonomi 2026.
"Usaha sekecil apa pun tetap mempunyai andil terhadap perekonomian. Jangan merasa usaha yang kecil tidak penting, justru kalau usaha-usaha kecil itu jumlahnya banyak, dampaknya terhadap perekonomian juga besar," kata Kepala BPS Yogyakarta Joko Prayitno di Yogyakarta, Selasa.
Oleh karena itu, menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menghasilkan data berkualitas yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan perekonomian di masa mendatang.
Ia mengatakan Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Tahun 2026 menjadi pelaksanaan sensus yang kelima yang bertujuan untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, kecuali sektor pertanian serta kegiatan administrasi pemerintahan.
"Karena ini sensus, maka seluruh populasi usaha didata. Tujuannya memperoleh data dasar seluruh kegiatan ekonomi sehingga kita bisa melihat bagaimana struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi ramah lingkungan," katanya.
Menurut dia, data yang dihasilkan akan memberikan gambaran mengenai perubahan struktur ekonomi di Yogyakarta selama satu dekade terakhir, dan menjadi penting mengingat perkembangan teknologi dan pola usaha masyarakat yang terus berubah.
"Selain memotret struktur ekonomi, Sensus Ekonomi juga mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha, termasuk perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemanfaatan teknologi digital, serta praktik usaha yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan," katanya.
Di Yogyakarta, BPS menerjunkan 342 petugas lapangan untuk mendata 2.674 satuan lingkungan setempat (SLS) yang tersebar di 45 kelurahan, khusus pendataan perusahaan besar dan menengah, BPS melibatkan 44 petugas dari BPS Yogyakarta dan BPS provinsi DIY.
"Pendataan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus melalui metode door-to-door. Petugas mendatangi setiap bangunan, rumah tangga, maupun lokasi usaha untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi terlewat, termasuk usaha rumahan dan bisnis daring," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026