Budidaya kepiting soka pesisir Banda Aceh tembus pasar global

Banda Aceh (ANTARA) - Kepiting soka hasil budidaya masyarakat di kawasan pesisir Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, tembus pasar nusantara hingga ekspor ke sejumlah negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, Jepang dan China.

"Kita kirimnya melalui Medan dulu, dan dari sana baru diekspor, per minggunya sekitar 70-100 kilogram," kata Pembudidaya Kepiting Soka Banda Aceh, Muhammad Rafli, di Banda Aceh, Jumat.

Rafli mengatakan, budidaya kepiting soka tersebut dilakukan dengan memelihara bibit hingga mengalami pergantian cangkang, dan baru dapat dipanen dalam waktu sekitar 15 hari.

“Kalau sudah dilepas bibitnya, sekitar 15 hari sudah bisa panen. Sekali panen bisa sampai 480 kilogram,” ujarnya.

Rafli sendiri telah menjalankan budidaya kepiting soka tersebut sejak 2012 bersama orang tuanya. Dalam sebulan, bibit yang dibudidayakan bisa mencapai hasil mencapai sekitar 960 kilogram.

Ia menyampaikan, kepiting hasil panen mereka tersebut dijual ke Medan terlebih dahulu sebelum diekspor untuk kebutuhan pasar global. Permintaan rata-rata per pekan sekitar 100 kilogram.

Selain dikirim ke luar negeri, kata dia, hasil produksi kepiting soka dari pesisir Banda Aceh tersebut juga dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri, diantaranya ke Jakarta dan sejumlah kota di pulau Jawa.

"Selain ekspor, kita juga menjual untuk pasar nasional, ke Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa lainnya," kata Rafli.

Baca juga: Pemerintah diminta bangun pembenihan kepiting di Aceh

Baca juga: Pemkab Mimika dorong budi daya kepiting demi keberlanjutan ekspor

Sementara itu, pembudidaya kepiting soka lainnya, Liza menyebutkan untuk harga jual kepiting soka saat ini cukup menjanjikan, dan dapat membantu perekonomian mereka, apalagi, kepiting Soka bisa dipanen dalam 15 hari sekali.

“Untuk harga sekarang sekitar Rp200 ribu per kilogram. Dengan harga segitu, alhamdulillah sudah bisa membantu ekonomi kami. Apalagi masa panennya cepat, 15 hari sekali,” kata Liza.

Dalam kesempatan ini, Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Banda Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap pembudidaya di ibu kota provinsi Aceh tersebut, baik itu kepiting, udang vaname dan lainnya.

Selama ini, Kepala DPPKP Banda Aceh, Iskandar mengatakan pihaknya rutin membantu para petambak dengan memberikan pendampingan pengembangan usaha masyarakat melalui para penyuluh perikanan.

"Pemerintah terus memberikan dukungan kepada para pembudidaya untuk meningkatkan usaha mereka, sehingga kita berikan pembinaan lewat penyuluh," katanya.

Bentuk dukungan lainnya, lanjut dia, DPPKP membuka kesempatan kepada petani tambak jika ingin mengusulkan bantuan bibit dan lainnya, tetapi harus melalui kelompok serta memiliki yayasan, sehingga prosesnya lebih mudah.

"Pemerintah bakal terus membantu. Silahkan ajukan proposal, tetapi harus melalui kelompok dan punya yayasan, ini sesuai ketentuan hibah sekarang," demikian Iskandar.

Baca juga: Bengkulu Berpotensi Kembangkan Usaha Kepiting Lunak

Baca juga: BKHIT Maluku awasi pengiriman 540 kepiting bakau tujuan Jakarta

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.