Lamongan (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Bojonegoro mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga ketersediaan sekaligus membantu menstabilkan harga beras di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Umar Said mengatakan optimalisasi distribusi tersebut tercermin dari realisasi penjualan beras SPHP yang telah mencapai 6.595.960 kilogram atau 101,10 persen dari target.
"Capaian ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan pasokan beras tetap tersedia dan masyarakat mendapatkan akses beras dengan harga terjangkau," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Senin.
Ia menjelaskan distribusi beras SPHP dilakukan melalui sejumlah saluran, dengan realisasi terbesar melalui pengecer pasar sebanyak 2.874.780 kilogram. Sementara penjualan melalui instansi pemerintah mencapai 2.294.375 kilogram.
"Penyaluran melalui instansi pemerintah dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta TNI dan Polri, termasuk dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)," katanya.
Menurut dia, kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Umar memastikan bahwa Bulog akan terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP di tiga wilayah kerjanya agar pasokan tetap tersedia di masyarakat.
"Distribusi akan terus kami optimalkan di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujarnya.
Pihaknya berharap optimalisasi distribusi SPHP tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian harga pangan di tingkat konsumen.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.