Manokwari (ANTARA) - Perum Bulog mencatat pendistribusian 5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Jumat, mengatakan pelaksanaan GPM bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh beras SPHP dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasar.
"Penyaluran beras SPHP di Manokwari Selatan memang belum maksimal, sehingga kami laksanakan tiga kali GPM sebanyak tiga kali," ujar dia.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan GPM yang dikolaborasikan dengan pemerintah kabupaten setempat menyasar tiga lokasi, yaitu Kampung Demini dan Dembek di Distrik Momi Waren, serta Kampung Ransiki, Distrik Ransiki.
Menurut Irawaty, masyarakat di ketiga kampung tersebut sangat antusias dengan adanya kegiatan GPM yang dilaksanakan pada 13, 18, dan 26 Agustus 2026, karena karena selama ini penyaluran beras SPHP masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
"GPM kemarin itu kami yang inisiatif, tetapi kalau pemerintah daerah mau adakan lagi GPM, kami dukung. Stok beras SPHP selalu tersedia di gudang kami," kata Irawaty.
Menurut dia, SPHP bertujuan menekan lonjakan harga beras, menjaga daya beli, menjamin ketersediaan pasokan, mengoptimalkan pengendalian inflasi komoditas pangan, serta mendukung intervensi pasar pada saat kritis.
Bulog terus memperluas jangkauan pendistribusian beras SPHP melalui mekanisme kerja sama yang melibatkan 27 unit usaha dengan rata-rata permintaan setiap pekan 2 ton per mitra, dan supermarket mencapai 4 ton.
"Kami juga mengapresiasi komitmen kementerian/lembaga lainnya seperti TNI dan Polri yang rutin melaksanakan kegiatan GPM," kata Irawaty.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.