Sorong (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Papua Barat Daya, menyebutkan penyaluran bantuan pangan di wilayah kerjanya telah mencapai 95,8 persen dari total target penerima manfaat.
Kepala Bulog Kantor Cabang Sorong Sigit Baskoro di Sorong, Jumat, mengatakan bantuan pangan tersebut disalurkan kepada masyarakat di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Tambrauw.
"Untuk penyaluran bantuan pangan wilayah Papua Barat Daya, khususnya Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat dan Tambrauw, saat ini sudah 95,8 persen," katanya.
Ia menjelaskan total target penerima bantuan pangan yang ditangani Bulog Kantor Cabang Sorong sebanyak 69.810 penerima manfaat.
Sigit merinci di Kabupaten Tambrauw, tepatnya Distrik Fef, bantuan pangan telah disalurkan kepada 182 penerima manfaat dengan kuota beras sebanyak 5.460 kilogram.
Sementara di Kabupaten Raja Ampat, tepatnya Distrik Waisai, bantuan telah diterima oleh 1.427 penerima manfaat dengan jumlah beras sebanyak 42.810 kilogram.
Kemudian di Kabupaten Sorong, tepatnya Distrik Salawati, terdapat 2.530 penerima manfaat dengan alokasi beras sebanyak 75.900 kilogram.
"Total penyaluran Bulog Kantor Cabang Sorong untuk alokasi Juli, Agustus, dan September sekitar 2.094,3 ton," ujarnya.
Sigit optimistis seluruh proses pendistribusian bantuan pangan dapat diselesaikan sebelum 30 September 2026.
"Sudah tinggal sedikit lagi. Saya optimistis sebelum tanggal 30 September kita sudah selesai semua," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat penerima manfaat agar menggunakan bantuan pangan tersebut sebagaimana mestinya dan tidak menjual kembali beras bantuan kepada pihak lain.
Untuk mencegah penyelewengan, Bulog bersama pihak terkait melakukan pengawasan di lapangan, termasuk melalui inspeksi ke sejumlah pasar untuk memastikan beras bantuan tidak diperjualbelikan.
"Apabila ada, kita akan telusuri melalui Satgas Pangan dan pemerintah daerah. Kalau terjadi penyelewengan, kita akan proses sesuai ketentuan yang ada," katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.