Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperkuat langkah antisipasi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai meluas ke wilayah Bandung Raya dengan meningkatkan sosialisasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Selasa, meminta jajaran pemerintah daerah memastikan masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai perlindungan diri dan penanganan abu vulkanik di lingkungan masing-masing.
“Jangan merasa sok kuat. Karena tanpa masker di tengah abu, risiko ISPA dan iritasi serius ini akan terjadi,” ujarnya.
Bupati Dadang juga meminta Sekretaris Daerah bersama perangkat daerah terkait menyiapkan surat edaran mengenai langkah kewaspadaan dan penanganan dampak abu vulkanik agar informasi yang diterima masyarakat seragam.
Ia mengatakan masyarakat juga perlu mengetahui cara membersihkan abu vulkanik dengan benar, terutama dari lingkungan rumah, fasilitas umum, maupun kendaraan agar tidak menimbulkan dampak lain.
“Kalau hujan abunya sudah selesai, baru kita bersihkan. Disapu atau disemprot secara perlahan supaya abu tidak bercampur dengan air dan menjadi keras,” katanya.
Selain itu ia mengingatkan warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, tidak mengucek mata apabila terkena abu, serta menutup celah rumah dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam ruangan.
Ia juga meminta abu yang menempel pada kaca rumah dan kendaraan dibilas terlebih dahulu sebelum dibersihkan untuk menghindari permukaan tergores.
“Kalau kaca atau mobil terkena abu, jangan langsung dilap kering. Siram dulu, baru dibersihkan. Ini penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kewaspadaan, Pemkab Bandung juga meniadakan apel pagi bulanan pada September serta meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tetap memantau perkembangan kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Bandung.
Pemkab Bandung juga akan membahas langkah penanganan dampak abu vulkanik dalam rapat bersama Sekda dan para asisten, termasuk kemungkinan penyesuaian kegiatan pembelajaran di sekolah apabila kondisi abu masih berlangsung.
Ia menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan sinergi pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat sehingga setiap langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.