Bupati Bulungan minta puskesmas dan rumah sakit siaga dampak karhutla

Bupati Bulungan minta puskesmas dan rumah sakit siaga dampak karhutla

Selasa, 1 September 2026 16:32 WIB

Image Print

Kualitas udara Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara tampak tak sehat. Kabut asap kekuning-kuningan akibat karhutla menyelimuti Tanjung Selor, Selasa (1/9/2026). (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan Syarwani meminta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Bulungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gangguan kesehatan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya telah meminta 12 puskesmas dan Rumah Sakit Daerah dr. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama gangguan pernapasan,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa.

Bupati Bulungan juga mengingatkan agar menyiapkan dan memaksimalkan potensi oksigen yang ada di fasilitas kesehatan pertama hingga rumah sakit untuk mengantisipasi kebutuhan oksigen jika masyarakat mengalami gangguan pernapasan.

“Kita maksimalkan potensi oksigen yang ada, supaya ketika ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dan sebagainya, paling tidak kita sudah memiliki langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Syarwani, asap akibat karhutla mulai berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Bulungan.

“Berdasarkan pembaruan informasi BMKG, kondisi kualitas udara dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tidak sehat,” kata Syarwani.

Karena kondisi tersebut, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mengambil langkah antisipasi, khususnya untuk melindungi para pelajar dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dengan menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) sebagai langkah preventif.

“Kita sudah memutuskan tadi malam, teriring dengan kondisi dan kita meng-update laporan BMKG. Per hari kemarin, termasuk juga hari ini, kondisinya tidak sehat,” tuturnya.

Meski diterapkan BDR, kata Syarwani, para guru tetap berada di sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui jaringan internet. Untuk sekolah yang tidak ada jaringan internet, khususnya di kawasan Hulu Sungai Kayan, lanjutnya, guru dapat memberikan tugas kepada siswa sehingga tidak perlu turun ke sekolah.

Kebijakan BDR yang berlaku sampai 3 September, akan terus Pemkab Bulungan evaluasi secara rutin dengan melihat perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di wilayah Kabupaten Bulungan.

Pemkab, kata Bupati Syarwani, juga mengoptimalkan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan untuk memantau serta memberikan informasi terkait cuaca, kualitas udara hingga soal kondisi karhutla.

“Kami juga mengoptimalkan Pusdalops BPBD bersama perangkat daerah terkait untuk memantau dan menyampaikan perkembangan terkini mengenai cuaca, kualitas udara, serta kondisi karhutla kepada masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga: RSDSS Tanjung Selor catat 50 kasus gangguan pernapasan dalam sepekan
Baca juga: Terdampak kabut asap karhutla, DPRD Kaltara tunda rapat paripurna

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.