Bupati Demak ajak ulama dan masyarakat perkuat komunikasi jaga kondusivitas
Rabu, 16 September 2026 21:15 WIB
Bupati Demak Eisti'anah saat acara Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FKUU) Kecamatan Demak, Jawa Tengah, dengan tema "Menciptakan Kondusivitas Wilayah dan Jogo Kecamatan Demak yang Religius" di Aula Kecamatan Demak, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO.Humas Pemkab Demak.
Demak (ANTARA) - Bupati Demak Eisti'anah mengajak para ulama dan masyarakat di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, membangun langkah antisipatif dengan memperkuat komunikasi dan mengidentifikasi berbagai potensi persoalan sejak dini, guna menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
"Tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul," ujarnya saat menghadiri Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FKUU) Kecamatan Demak yang mengangkat tema "Menciptakan Kondusivitas Wilayah dan Jogo Kecamatan Demak yang Religius" di Aula Kecamatan Demak, Rabu.
Eisti'anah mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun sikap saling menghargai dan menjaga komunikasi. Karena peran tokoh agama sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
"Kami mengajak kepada para alim ulama untuk bisa saling menghargai satu dengan yang lain, sehingga lingkungan kita dapat tetap kondusif," ujarnya.
Ia menilai komunikasi yang terjalin dengan baik dapat menjadi salah satu kunci untuk mencegah persoalan berkembang lebih besar.
Berbagai potensi permasalahan di tengah masyarakat, kata dia, perlu dibicarakan bersama agar dapat ditemukan solusi secara lebih cepat dan tepat.
Selain persoalan sosial kemasyarakatan, Eisti'anah juga menyinggung aspirasi pembangunan yang terus disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah.
Ia memastikan Pemkab Demak terus berupaya memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus melalui tahapan dan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
"Memang masyarakat maunya cepat. Tetapi dari Pemkab tidak bisa dalam sekejap mengabulkan semuanya, karena pembagian pembangunan juga sangat terbatas. Semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas pembangunan," ujarnya.
Karena itu, dia berharap komunikasi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan maupun aspirasi pembangunan dapat dibahas bersama sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Jangan sampai komunikasi hanya dilakukan ketika ada persoalan. Justru komunikasi harus terus dibangun agar kita bisa bersama-sama mencegah munculnya persoalan," ujarnya.
Forum FKUU tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat Jogo Demak, yakni menjaga Kabupaten Demak tetap aman, kondusif, dan religius melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Sinergi antara ulama dan umara diharapkan tidak berhenti pada forum-forum formal, tetapi menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Dengan keterlibatan berbagai elemen sejak tahap pencegahan, keharmonisan sosial dan keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Demak diharapkan dapat terus terjaga.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.