Bupati Sintang usulkan ubah terminal khusus di Tayan untuk CPO - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak, Kalbar (ANTARA) - Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Gregorius Herkulanus Bala mengusulkan adanya perubahan penggunaan satu terminal khusus di Tayan menjadi terminal umum untuk bongkar muat CPO guna mengatasi terhambatnya tata niaga kelapa sawit dampak kemarau panjang.

"Saat ini yang tersedia baru dua terminal. Oleh karena itu, perlu ada penambahan atau satu terminal khusus yang ada di Tayan diubah penggunaannya menjadi terminal umum, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bongkar muat CPO," ujarnya saat pertemuan koordinasi penetapan bencana kekeringan yang berdampak terhadap berhentinya angkutan sungai di Pendopo Bupati Sintang, Kaltim, Senin.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), asisten, kepala bagian, serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang dan jajaran terkait. Pertemuan membahas dampak kemarau panjang terhadap berbagai sektor sekaligus mencari solusi agar terganggunya transportasi sungai tidak semakin menghambat aktivitas perkebunan, perdagangan, dan industri kelapa sawit di Kabupaten Sintang.

"Untuk menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan memang persyaratannya cukup sulit. Tetapi, fakta di lapangan sudah menunjukkan bahwa bencana kekeringan terjadi dan dampaknya sudah kita rasakan. Saya sudah bertemu dengan seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada, sebanyak 13 PKS. Mereka mengeluhkan kurangnya terminal bongkar muat CPO di Tayan," jelas Gregorius.

Menurutnya, keterbatasan terminal bongkar muat di Tayan menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan solusi karena kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran distribusi CPO dari Kabupaten Sintang.

"Ini salah satu solusi yang harus segera kita dorong. Kalau satu terminal khusus di Tayan bisa diubah menjadi terminal umum, maka kapasitas bongkar muat CPO dapat bertambah. Ini akan membantu mengatasi penumpukan CPO dan pada akhirnya membantu PKS kembali menyerap TBS petani," terang Bupati.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang Supriyanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan seluruh PKS di Kabupaten Sintang untuk membahas persoalan tidak terserapnya tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.

"Dari hasil pertemuan, semua PKS mengakui bahwa tangki penampung CPO, baik di pabrik, terminal maupun di hilir, sudah penuh. Persoalan ini juga dialami oleh kabupaten lain di Kalimantan Barat dan sudah dilakukan rapat-rapat di tingkat provinsi," kata dia.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari terganggunya transportasi sungai akibat rendahnya debit air. Ketika angkutan sungai tidak dapat beroperasi secara normal, pengiriman CPO menuju wilayah hilir ikut terhambat sehingga tangki-tangki penampungan di berbagai titik menjadi penuh.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan. Atas kondisi ini, kami menyarankan Bupati Sintang juga menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan, bukan hanya status tanggap darurat bencana karhutla," terang Supriyanto.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang Dharmawan Wahyu Adhi menjelaskan bahwa terdapat potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam satu minggu ke depan.

"Sampai dengan Oktober nanti curah hujan akan mulai meningkat. Namun, kondisi saat ini masih perlu diwaspadai. Penerbangan di Bandara Tebelian sendiri pada bulan September terkendala oleh jarak pandang," terang Dharmawan.

Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.