Bandung (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady mengungkapkan kondisi ekek keling Sunda (Cissa Thalassina) yang kritis dan hampir punah dari habitat aslinya, adalah hal yang memprihatinkan, dan pemerintah bertanggung jawab untuk menjaganya.
"Yang pertama, secara pribadi saya prihatin dengan kondisi ini. Karena ekek keling Sunda itu kan salah satu hewan yang merupakan entitas khusus Jawa Barat. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua," kata Daddy saat ditemui ANTARA di Bandung, Jumat.
Daddy menceritakan saat kecil dirinya yang memang lahir di Kuningan, yang dekat dengan Gunung Ciremai, burung tersebut cukup mudah ditemukan, namun kini menurutnya memang sangat sulit.
"Saya kebetulan tinggal cukup dekat dengan gunung dan memang cukup mudah melihatnya di Ciremai, tapi hari ini amat susah ditemukan," ujarnya.
Dengan jumlahnya yang diinformasikan kini hanya tersisa 50-250 ekor di seluruh Jawa Barat, kata Daddy, bukan artinya bisa berbesar hati, akan tetapi justru itu adalah pekerjaan rumah bagaimana caranya spesies yang tersisa bisa dikembangbiakkan.
Menurut Daddy, yang berkewajiban besar untuk itu, adalah dari sisi pemerintah, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta 27 kabupaten/kota di seluruh Jabar.
Yang utama, lanjut dia, adalah daerah yang merupakan habitatnya kini atau memiliki jejak habitat satwa eksotik itu, kemudian yang lingkungannya tersedia, memiliki kewajiban melakukan pengembangbiakan dan pelepasliaran ke alam sebagai tahap berikutnya.
"Karena kalau kita mau dengar suara terindahnya ya suara ketika mereka (ekek keling Sunda) berbunyi di alamnya, di habitatnya. Sementara saat ini dengan memasukannya ke kandang, manusia sudah jadi serakah dan tamak dengan hanya ingin mendengar suara kicauan untuk dirinya sendiri. Ini yang turut mereduksi jumlah burung itu di alam," katanya.
Dalam kesempatan itu, Daddy mengapresiasi langkah salah satu Lembaga Konservasi, Taman Safari Indonesia, yang telah mengikhtiarkan untuk melakukan penangkaran dan merencanakan pelepasliaran empat ekor koleksinya.
"Usaha itu patut kita syukuri, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. Perlu diingat bahwa alam kita hari ini bukan hanya untuk kita hari ini. Itu akan jadi warisan untuk anak cucu kita. Jadi, tetap harus dijaga. Apalagi sekelas ekek yang bisa disandingkan dengan surili dan macan kumbang yang itu khas dari Jawa Barat," tuturnya.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.