Cabang Disdik Jabar dorong tenaga pendidikan dan siswa SMA/SMK Cianjur rutin donor darah - ANTARA News Megapolitan

Cianjur (ANTARA) - Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah VI Jabar mendorong seluruh tenaga pendidikan dan siswa SMA/SMK di Cianjur rutin donor darah di lingkungan sekolah guna membantu memenuhi kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit di daerah itu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat Nonong Winarni di Cianjur, Minggu, mengatakan minimnya stok darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur setiap bulan menjadi perhatian pihaknya untuk membantu mengatasi, terutama bagi penderita thalasemia.

Pihaknya telah mengimbau seluruh tenaga pendidikan di Kabupaten Cianjur rutin menggelar donor darah di lingkungan sekolah melibatkan seluruh siswa berusia 17 tahun ke atas berkoordinasi dengan UTD PMI Cianjur.

"Sebenarnya kegiatan donor darah bukan hal baru di lingkungan sekolah SMA/SMK di Jabar terutama di Cianjur, namun kami ingin membantu ketersediaan darah di Cianjur dengan meminta seluruh sekolah rutin menggelar donor darah," katanya.

Dia menjelaskan donor darah penting dilakukan karena selain sehat bagi pendonor, juga terutama dapat menyelamatkan nyawa sesama, terutama penderita thalasemia yang bergantung pada donor darah setiap minggu atau setiap dua minggu.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan donor darah dapat digelar seluruh SMA/SMK di Cianjur setiap dua bulan sekali, guna memenuhi kebutuhan darah di Cianjur dan menyelamatkan nyawa sesama, terutama pasien yang membutuhkan transfusi.

Kepala UTD PMI Cianjur Susilawati mengatakan selama satu bulan terakhir jumlah pendonor mengalami pengurangan, sehingga pihaknya menggencarkan kegiatan donor darah masal ke kelompok pendonor di dalam hingga luar kota.

Tercatat kebutuhan darah paling tinggi dan rutin yang harus tersedia untuk pasien thalasemia, di mana setiap bulan membutuhkan sekitar 600 labu darah. Selama satu bulan terakhir, pihaknya lebih banyak mengandalkan pendonor dari keluarga.

"Kami terus berupaya meningkatkan stok melalui kerja sama dengan berbagai dinas dan instansi yang ada di Cianjur, termasuk dengan KCD (Kantor Cabang Dinas) Wilayah VI guna mengimbau SMA/SMK di Cianjur rutin menggelar donor darah," katanya.

Dia menjelaskan kebutuhan darah di Cianjur setiap bulan mencapai 2.000 labu, di mana sebagian besar digunakan enam rumah sakit di Cianjur, sehingga berbagai cara dilakukan guna memenuhi kebutuhan setiap bulan.

Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.