Can-Am Ubah Pakem UTV, Ada Kejutan Besar di Baliknya

Liputan6.com, Jakarta - Dunia kendaraan side-by-side atau utility task vehicle (UTV) selama ini dikenal dengan pola peluncuran yang relatif sederhana. Pabrikan mengembangkan kendaraan, memperkenalkannya ke diler, kemudian konsumen dapat langsung membelinya.

Namun, pola tersebut mulai berubah. Can-Am justru membawa strategi yang lebih lazim digunakan industri otomotif premium, yakni memperkenalkan kendaraan konsep dengan desain ekstrem sebelum benar-benar memutuskan masuk ke jalur produksi.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa produsen kendaraan off-road tersebut ingin melibatkan konsumen lebih jauh dalam proses pengembangan produk.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari RideApart, Minggu (30/8/2026), Direktur Desain Can-Am Alain Massicotte mengungkapkan bahwa perubahan strategi tersebut tidak terlepas dari bergesernya karakter pengguna UTV.

Menurut Massicotte, pengguna UTV saat ini tidak hanya mencari kendaraan yang mampu melibas medan berat.

Mereka juga mulai menginginkan kualitas, material, dan tampilan yang sebanding dengan kendaraan yang digunakan sehari-hari, seperti pikap dan SUV modern.

Kondisi tersebut membuat desain menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UTV masa kini.

Salah satu contoh paling menarik adalah konsep Can-Am Defender 6x6 Prerunner yang tampil dengan desain agresif serta menggunakan ban berukuran 35 inci.

Kehadiran kendaraan konsep tersebut bukan sekadar upaya Can-Am mencuri perhatian publik. Produsen juga memanfaatkannya sebagai sarana untuk menguji respons pasar terhadap berbagai gagasan baru.

Mulai dari bahasa desain, penggunaan material bodi yang lebih tahan terhadap goresan, hingga rancangan bak muatan menjadi sejumlah elemen yang dapat dipelajari Can-Am melalui kendaraan konsep tersebut.

Dengan cara ini, pabrikan dapat mengetahui inovasi mana yang benar-benar mendapat respons positif dari calon konsumen sebelum diterapkan pada produk massal.

Tidak hanya dari sisi desain, konsep Defender tersebut juga menarik perhatian karena menyentuh sektor performa.

UTV utilitas pada umumnya menggunakan mesin naturally aspirated atau tanpa turbo. Namun, konsep Defender menampilkan saluran knalpot dengan gaya yang mengingatkan pada Can-Am Maverick R.

Detail tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa Can-Am tengah mempertimbangkan penggunaan forced induction, khususnya turbocharger, pada varian Defender yang memiliki kemampuan kerja lebih berat.

Jika benar-benar diwujudkan, teknologi tersebut berpotensi memberikan tambahan tenaga yang dibutuhkan ketika kendaraan digunakan di medan ekstrem.

Kebutuhan tenaga ekstra menjadi semakin relevan ketika UTV harus beroperasi di wilayah dengan elevasi tinggi.

Pada kondisi tersebut, mesin turbo dapat memberikan keuntungan karena mampu mempertahankan performa lebih baik dibandingkan mesin naturally aspirated pada ketinggian tertentu.

Meski demikian, penggunaan turbo pada Defender masih sebatas kemungkinan yang tercermin dari arah pengembangan kendaraan konsep.

Belum ada kepastian bahwa seluruh elemen pada konsep tersebut akan diterapkan pada model produksi.