Cara Menagih Utang dengan Sopan Tapi Tetap Tegas

Hanny A | Beautynesia

Minggu, 27 Sep 2026 11:00 WIB

6 Cara Menagih Utang dengan Sopan Tapi Tetap Tegas

Ilustrasi note bertuliskan “bayar utang” / Foto: pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Meminjamkan uang kepada teman, keluarga, atau rekan kerja memang dapat membantu mereka melewati situasi sulit. Namun, ketika tiba waktunya meminta uang kembali, sebagian orang justru merasa sungkan atau takut hubungan menjadi renggang. Padahal, meminta pengembalian uang yang dipinjam bukanlah tindakan yang salah. 

Utang tetap merupakan kewajiban yang perlu dibayar sesuai kesepakatan. Hanya saja, cara menyampaikannya perlu diperhatikan agar tidak berubah menjadi konflik. Cara menagih utang dengan sopan bisa dengan memilih waktu yang tepat, tetap menjaga privasi yang berutang, serta menggunakan kalimat yang jelas dan cara penuturan yang baik. 

Saat menagih utang, ketakutan akan kemungkinan menghadapi kasus “yang berutang lebih galak dari yang menagih” mungkin masih menghantui. Meski begitu, bukan berarti kamu boleh mengabaikan hakmu sebagai pemberi pinjaman. Cukup jauhi potensi yang membuat pihak peminjam tersulut emosinya saat kamu menagih hakmu kembali.

Mengapa Menagih Utang Terasa Sungkan bahkan Menakutkan?

Ilustrasi isi dompet / Foto: pexels.com/Ahsanjaya

Meski tak semua merasa demikian, tak sedikit juga yang sungkan menagih utang lantaran khawatir peminjam merasa tersinggung, menganggap penagih tidak memahami kondisi yang sedang dihadapi peminjam, atau lebih ‘galak’ dari pihak yang seharusnya lebih berhak.

Sikap seperti ini bisa muncul ketika peminjam menganggap penagihan utang sebagai ancaman atau pemicu stres. Dalam kondisi tertekan, seseorang dapat menjadi defensif bahkan melawan. 

Semakin merasa terpojok, seseorang biasanya semakin sulit mengendalikan emosinya. Inilah yang terkadang membuat pihak yang berutang justru bersikap lebih galak ketika ditagih, terlepas dari apakah uang tersebut akhirnya dikembalikan atau tidak.

Perlu dipahami bahwa rasa tidak nyaman yang dialami peminjam bukan alasan untuk menghapus kewajibannya. Segalak apa pun respons peminjam, menagih utang tetap merupakan hak pemberi pinjaman. 

Namun, penagihan sebaiknya tetap dilakukan secara pribadi, tenang, dan tidak mengandung ancaman atau penghinaan. Penagihan dengan mempermalukan seseorang, menyebarkan masalah utang, atau memberi tekanan berlebihan justru dapat memperburuk situasi dan merusak hubungan.

Cara Menagih Utang tanpa Menyinggung + Contohnya

Ilustrasi membayar utang / Foto: pexels.com/cottonbro studio

1. Tagih Utang di Saat atau di Tempat Tidak Banyak Orang 

Hindari menagih utang di depan banyak orang, terutama teman, keluarga, atau rekan kerja peminjam. Membicarakan utang di tempat umum rawan membuat peminjam merasa dipermalukan dan lebih mudah bersikap defensif.

Jika memungkinkan, sampaikan secara empat mata atau melalui pesan pribadi. Pilih waktu ketika peminjam tidak sedang terburu-buru, bekerja, menghadapi masalah keluarga, atau berada dalam kondisi emosi yang tidak baik.

Contoh pembuka percakapan:

“Aku ingin membicarakan soal uang yang kemarin kamu pinjam. Dari kamu adakah saran waktu untuk ngobrol berdua sebentar?”

2. Tagih di Luar Jam-Jam Sibuk atau Situasi Penuh Tekanan

Menagih ketika seseorang sedang menghadapi tenggat pekerjaan, perjalanan, atau masalah pribadi dapat membuat percakapan berlangsung lebih tegang. Peminjam bisa merasa seperti mendapat tekanan tambahan dan kamu lebih berisiko menerima respons yang kurang baik.

Sampaikan maksud kamu di waktu yang lebih memungkinkan, misalnya sore atau malam awal setelah jam kerja, selama tidak mengganggu waktu istirahat.

Kamu juga dapat mengirim pesan pengantar seperti ini terlebih dahulu:

“Hai, aku mau mengingatkan soal pembayaran utang yang jatuh tempo minggu depan. Apakah kita bisa membicarakan rencana pembayarannya nanti sore?”

3. Pancing Rasa Empati Peminjam terhadap Situasimu

Hindari menagih utang yang sifatnya menyudutkan karena dapat membuat peminjam merasa diserang dan akhirnya bersikap defensif. 

Sampaikan saja kondisimu secara jujur, tetapi tetap lembut. Dengan begitu, kamu dapat mengundang rasa empati peminjam dan membuatnya lebih tergerak untuk mengembalikan uang. 

Contohnya:

“Aku sedang sangat membutuhkan uang yang kemarin kamu pinjam untuk membayar beberapa keperluan urgent. Kalau memungkinkan, aku berharap uangnya bisa dikembalikan minggu ini, ya.”

4. Bersikap Fleksibel, Jika Memungkinkan

Menabung saja tidak cukup jika kamu ingin nilai uang terus berkembang. Investasi membantu melindungi tabunganmu dari inflasi dan memberi potensi keuntungan lebih besar.Menagih utang/Foto:pexels.com/Tima Miroshnichenko/ Foto: Amelia Rosa

Jika peminjam belum mampu membayar seluruh utang, cobalah tetap memahami situasinya. Kamu bisa menawarkan solusi yang meringankan bagi peminjam, tetapi tetap tidak merugikanmu.

Misalnya, memberikan sedikit waktu tambahan atau meminta peminjam membayar sebagian utang terlebih dahulu. Jumlahnya bisa disesuaikan, misalnya seperempat atau setengah dari total utang.

Tapi ingat, fleksibel bukan berarti membiarkan utang terus ditunda. Pastikan ada batas waktu dan kesepakatan yang jelas. Jangan sampai setiap kali ditagih, peminjam hanya memberikan janji baru tanpa kepastian. 

Contoh cara menagihnya:

“Kalau belum bisa membayar semuanya, apakah kamu bisa mengembalikan seperempatnya terlebih dahulu minggu ini? Untuk sisanya bisa dibayarkan x hari ke depan atau bisa kita sepakati tanggal pembayarannya.”

5. Beri Pengingat saat Tenggat Utang Semakin Dekat

Adanya kasus yang berutang lebih galak daripada yang menagih bukan berarti semua peminjam uang berperilaku sama. Tidak semua orang yang berutang sengaja menghindari kewajibannya. Ada pula yang sebenarnya mau dan mampu membayar, tetapi lupa dengan tenggat yang telah disepakati. 

Tidak ada salahnya memberikan pengingat beberapa hari sebelum jatuh tempo. Mereka yang lupa akan merasa terbantu, atau setidaknya peminjam jadi punya waktu untuk mempersiapkan dana yang harus dikembalikan.

Tujuan lain dari memberinya pengingat juga dapat mencegah peminjam merasa kaget dan tertekan ketika tiba-tiba ditagih.

Contoh kalimat mengingatkan peminjam untuk membayar utang:

“Hai, aku mau mengingatkan bahwa pembayaran utang sebesar Rp500.000 jatuh tempo pada Jumat ini. Semoga bisa dikembalikan sesuai jadwal, ya. Terima kasih.” 

6. Tetap Berkepala Dingin

Sangat dimengerti jika kamu merasa kesal ketika uang yang dipinjamkan tidak lekas dikembalikan. Tidak ada yang salah dengan rasa kesal tersebut.

Namun, bukan berarti kamu berhak menagih utang dengan kata-kata buruk yang dapat menyinggung peminjam dan memperbesar masalah. Tetap kelola emosi dan sampaikan maksud menagih utang dengan tutur kata yang nyaman didengar.

Bila percakapan mulai memanas, kamu bisa menghentikannya sejenak dan melanjutkan saat suasana sudah lebih tenang. Jika kemungkinan terburuk terjadi, sudah beberapa kali diingatkan tetapi peminjam terus menunda tanpa memberikan kepastian, kamu perlu bersikap lebih tegas tapi tetap sampaikan maksud dengan kata-kata yang sopan. 

Contoh:

“Aku memahami kalau kamu sedang mengalami kendala. Namun, aku tetap membutuhkan kepastian mengenai pembayaran utang ini. Mohon kabari paling lambat Jumat apakah bisa membayar penuh atau menyicil.” 

Apabila masalah terus berlarut-larut dan nominal yang dipinjam tergolong besar, kamu dapat meminta bantuan pihak ketiga yang dipercaya kedua pihak untuk menjadi mediator. 

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

  • Selain Kerja Keras, 4 Mindset Ini Juga Bisa Membuka Jalan Rezeki
  • 7 Tips Atur Uang Saku buat Mahasiswa Baru Perantau agar Uang Tak Cepat Habis
  • 8 Kebiasaan Finansial Orang Kaya yang Bisa Kamu Tiru

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.