Cara Mengatasi Drop Eye pada Arwana agar Tetap Sehat dan Indah

Oleh karena itu, pemilik arwana perlu memperhatikan kesehatan mata ikan sejak dini.

Salah satu masalah yang cukup sering dialami arwana adalah drop eye. Kondisi ini ditandai dengan salah satu atau kedua mata ikan yang mengarah ke bawah secara terus-menerus.

Selain mengurangi penampilan, drop eye juga dapat memengaruhi cara ikan melihat lingkungan dan menangkap pakan.

Meskipun tidak selalu membahayakan nyawa ikan, drop eye sebaiknya tidak diabaikan. Dengan mengetahui penyebab serta cara penanganannya, pemilik arwana dapat meminimalkan risiko kondisi tersebut menjadi lebih parah.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Warna Ikan Arwana Tetap Cerah: Tips Perawatan untuk Pemula

Apa Itu Drop Eye pada Arwana?

Drop eye adalah kondisi ketika bola mata arwana terlihat mengarah ke bawah sehingga pandangan ikan tidak lagi lurus ke depan. Gangguan ini dapat terjadi pada satu mata maupun kedua mata sekaligus.

Hingga saat ini, drop eye masih menjadi topik yang banyak dibahas di kalangan penghobi arwana karena penyebabnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan, lingkungan akuarium, hingga faktor genetik.

Penyebab Drop Eye pada Arwana

Sebelum melakukan penanganan, penting untuk mengetahui beberapa faktor yang dapat memicu munculnya drop eye.

1. Kebiasaan Mencari Pakan di Dasar Akuarium

Arwana secara alami merupakan ikan yang berburu mangsa di permukaan air. Namun, jika terlalu sering memakan pakan yang tenggelam ke dasar, ikan akan terus melihat ke bawah sehingga diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya drop eye.

Karena itu, banyak penghobi menyarankan pemberian pakan yang tetap berada di permukaan agar arah pandangan ikan tetap alami.

2. Kurangnya Rangsangan di Bagian Atas Akuarium

Akuarium yang terlalu kosong pada bagian atas membuat arwana jarang mengarahkan pandangannya ke atas. Kondisi ini dapat menyebabkan ikan lebih sering melihat ke bawah atau ke depan dalam waktu lama.

Memberikan rangsangan visual di bagian atas akuarium dapat membantu mempertahankan kebiasaan melihat ke arah permukaan.

3. Penumpukan Lemak di Area Mata

Beberapa ahli dan penghobi berpendapat bahwa penumpukan jaringan lemak di sekitar mata dapat memberikan tekanan pada bola mata sehingga posisinya berubah ke bawah.

Risiko ini umumnya meningkat apabila ikan memperoleh pakan berlemak secara berlebihan dan kurang memiliki ruang untuk bergerak.

4. Faktor Genetik

Pada beberapa kasus, drop eye diduga berkaitan dengan faktor keturunan. Arwana yang berasal dari indukan dengan riwayat serupa memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kondisi yang sama.

Jika penyebabnya berasal dari faktor genetik, perbaikannya biasanya lebih sulit dibandingkan penyebab yang dipengaruhi lingkungan.

5. Ukuran Akuarium yang Kurang Ideal

Akuarium yang terlalu sempit dapat membatasi ruang gerak arwana sehingga aktivitas berenangnya menjadi kurang optimal. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan ikan secara keseluruhan, termasuk kondisi mata.

Akuarium yang luas membantu arwana bergerak lebih bebas dan menjaga postur tubuh tetap seimbang.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Ikan Arwana di Akuarium

Cara Mengatasi Drop Eye pada Arwana

Penanganan drop eye perlu dilakukan secara bertahap dengan memperbaiki lingkungan dan pola pemeliharaan ikan.

1. Berikan Pakan di Permukaan Air

Usahakan memberikan pakan yang mengapung atau langsung diberikan di permukaan air. Cara ini membantu arwana tetap terbiasa melihat ke atas saat berburu makanan.

Hindari membiarkan pakan tenggelam terlalu lama karena dapat membuat ikan terus mengarahkan pandangan ke dasar akuarium.

2. Tambahkan Rangsangan pada Bagian Atas Akuarium

Beberapa penghobi menambahkan bola kecil, hiasan ringan, atau objek yang aman mengapung di permukaan air. Kehadiran benda tersebut dapat menarik perhatian arwana untuk sesekali melihat ke atas.

Pastikan benda yang digunakan tidak mengganggu pergerakan ikan maupun kualitas air.

3. Jaga Kualitas Air Tetap Optimal

Kualitas air yang baik membantu menjaga kesehatan arwana secara menyeluruh. Lakukan penggantian air secara berkala, gunakan sistem filtrasi yang memadai, dan pastikan parameter air tetap stabil.

Lingkungan yang bersih juga membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan lainnya yang dapat memengaruhi kondisi ikan.

4. Berikan Pakan Bergizi Secukupnya

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan arwana. Hindari memberi makan secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak pada tubuh ikan.

Pilih pakan berkualitas dengan kandungan nutrisi yang seimbang agar pertumbuhan arwana tetap optimal.

5. Kurangi Faktor Stres

Lingkungan yang terlalu bising, perubahan kualitas air secara mendadak, atau perpindahan akuarium yang terlalu sering dapat memicu stres pada arwana. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan ikan dalam jangka panjang.

Usahakan menjaga lingkungan akuarium tetap tenang dan stabil agar arwana merasa nyaman.

Apakah Drop Eye Bisa Disembuhkan?

Keberhasilan penanganan drop eye bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Jika kondisi masih ringan dan dipengaruhi oleh kebiasaan pemeliharaan, perubahan pola pemberian pakan serta perbaikan lingkungan dapat membantu mencegah kondisinya semakin memburuk.

Namun, apabila drop eye sudah berlangsung lama atau dipengaruhi faktor genetik, perubahan posisi mata tidak selalu dapat kembali normal.

Dalam kondisi seperti ini, perawatan lebih difokuskan pada menjaga kesehatan ikan agar tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Cara Mencegah Drop Eye pada Arwana

Pencegahan merupakan langkah terbaik dibandingkan mengobati.

Biasakan memberikan pakan di permukaan, menjaga kualitas air, menyediakan akuarium dengan ukuran yang sesuai, serta memberikan ruang gerak yang cukup bagi arwana.

Selain itu, lakukan pemantauan kondisi mata secara rutin.

Jika terlihat adanya perubahan arah pandangan, segera lakukan evaluasi terhadap pola pemeliharaan agar masalah dapat ditangani lebih awal.

Drop eye merupakan kondisi ketika mata arwana mengarah ke bawah sehingga memengaruhi penampilan dan dapat mengurangi kualitas estetika ikan.

Kondisi ini dapat dipicu oleh kebiasaan makan di dasar akuarium, kurangnya rangsangan visual, penumpukan lemak, faktor genetik, maupun lingkungan pemeliharaan yang kurang ideal.

Cara mengatasinya meliputi pemberian pakan di permukaan, menjaga kualitas air, menyediakan akuarium yang sesuai, mengurangi stres, serta memberikan nutrisi yang seimbang.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, risiko drop eye dapat diminimalkan sehingga arwana tetap sehat, aktif, dan memiliki penampilan yang optimal.

Amalia Febriyani (Magang)