Cat Menara Eiffel Rentan Rusak, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Untuk menguji seberapa besar kerusakan yang bisa listrik kecil ini timbulkan, para peneliti mulai percobaannya dengan permukaan yang dilapisi Teflon secara merata, bahan yang dikenal karena penggunaannya pada wajan.

Mereka berkali-kali menjatuhkan tetesan air yang tidak bermuatan ke atas permukaan Teflon tersebut. Bahkan setelah 3.000 kali hantaman, tidak ada perubahan yang terlihat pada lapisan tersebut.

Kemudian, tim tersebut mengganti eksperimennya dengan membiarkan tetesan-tetesan tersebut menggelinding di atas bahan-bahan umum sebelum menyentuh Teflon. Bahan-bahan yang digunakan antara lain tanaman hias, PVC, dan polistiren, seperti yang terdapat pada jendela plastik.

Saat air tersebut menggelinding, tetesan itu menyerap muatan listrik. Tetesan air yang bermuatan kemudian dijatuhkan ke permukaan Teflon. Kini, hasilnya sangat berbeda. Setelah 3.000 benturan, pemeriksaan mikroskopis menunjukkan perubahan yang jelas pada lapisan pelindung dan pada logam di bawahnya.

Seberapa banyak muatan listrik yang air serap sangat bergantung pada bahan yang air tersebut lalui.

"Muatan yang diperoleh tetesan saat meluncur sangat bergantung pada permukaan yang dilaluinya. Kami mengukur perbedaan hingga sepuluh kali lipat," jelas penulis pertama studi ini, Zhongyuan Ni.

"Terlepas dari hal itu, kami berhasil mendeteksi perubahan pada lapisan dalam semua percobaan," lanjut dia.

Walaupun ada perbedaan muatan yang sangat besar, setiap percobaan yang melibatkan tetesan bermuatan menghasilkan perubahan pada lapisan yang bisa terdeteksi.

Penemuan ini mengungkap cara yang selama ini terabaikan, di mana air bisa berkontribusi terhadap kerusakan bertahap pada permukaan pelindung. Selain gesekan dan reaksi kimia, pelepasan listrik mikro dari tetesan yang bermuatan mungkin juga berperan dalam proses kerusakan lapisan pelindung seiring berjalannya waktu

Para peneliti berharap penemuan yang mereka publikasi di jurnal Nature bisa membantu para ilmuwan mengembangkan lapisan pelindung yang lebih efektif dan tahan lama. Bahan-bahan seperti itu berpotensi meningkatkan perlindungan bagi situs warisan budaya, mobil, bangunan besar, bahkan pagar taman biasa.