Cerita Istri LeBron James Ditolak di Toko Hermes, Pegawai Berakhir Dipecat

Jakarta -

Istri pebasket LeBron James, Savannah, menceritakan pengalaman kurang menyenangkannya ketika berniat belanja di butik Hermes. Savannah mengaku tidak dilayani dengan baik bahkan tokonya sampai ditutup padahal sudah membuat janji. Setelah melaporkan kejadian itu, saleswoman yang melayaninya berakhir dipecat.

Savannah James mengungkapkan bahwa Hermès memecat seorang pegawai di toko mereka di Italia setelah keluhannya. Wanita 39 tahun tahun tersebut membagikan kembali kisahnya dalam podcast 'Question Everything' milik Danielle Robay bersama sahabatnya, April McDaniel. Dalam episode terbaru, ketiganya membahas kembali insiden mengesalkan itu.

April menceritakan bagaimana ia dan Savannah mengatur jadwal untuk berbelanja di Hermès saat mereka berdua sedang bepergian di Eropa. Mereka mengaku ingin melihat barang-barang bermaterial kulit buaya. Tapi sayang pelayanan yang mereka dapatkan tidaklah indah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Kami terus berjuang keras. Tapi mereka memperlakukan kami seperti sampah. Mereka menutup seluruh toko," kata April.

Danielle kemudian meminta April menjelaskan situasi tersebut lebih lanjut. April pun menceritakan bahwa insiden itu bermula ketika seorang saleswoman menolak melayani mereka padahal sudah membuat reservasi.

"Kami sudah punya janji. Dan mereka mencoba bersikap seolah-olah...(tidak)," ujar Savannah.

"Aku bilang, 'Sayang, kamu salah orang hari ini,'" kata April seraya menambahkan bahwa Savannah adalah sosok yang sangat baik namun ia sendiri tidak segan-segan untuk membela diri.

Tampaknya setelah melapor, toko tersebut akhirnya menerima Savannah dan April lalu memperlakukan mereka dengan baik. Sedangkan saleswoman yang tidak menghormati keduanya berakhir dipecat.

"Kami ditempatkan di ruang privat, lengkap dengan sampanye dan kaviar. Aku tanya, kalian punya berapa tas? Sepuluh? Mereka mengeluarkan semuanya," sahut Savannah.

"Aku bilang aku mau beli baju renang, aku juga mau beli peralatan makan perak. Saat itu aku benar-benar menikmati hidup," lanjutnya.


Di kolom komentar, banyak netizen ikut bersuara atas insiden itu. Beberapa menyebut bahwa toko brand mewah seringkali berlaku rasis terhadap orang kulit hitam. Adapun yang menuduh bahwa Savannah dan temannya tidak berbicara dengan sopan karena itu diperlakukan demikian. Sedangkan yang lain menyayangkan bahwa mereka akhirnya masih berbelanja di tempat seperti itu.

Pengalaman di Toko Chanel

Tidak hanya sekali, kedua sahabat itu mengaku menghadapi perlakuan tidak ramah serupa di sebuah butik Chanel di Prancis. Saat itu, seorang asisten toko kabarnya berulang kali melarang Savannah menyentuh sebuah tas mungil, padahal barang tersebut sebenarnya boleh disentuh.

Ketika ditanya apakah pengalaman semacam itu merusak pengalaman berbelanja mereka, April mengaku tidak. Tapi dia akan memastikan bahwa orang yang memperlakukannya tidak baik mendapat 'bayaran'.

"Aku akan panggil bosnya. Kita tutup saja toko ini. Dia boleh pergi kalau sikapnya begitu. Aku akan tutup toko ini. Kamu dipecat. Itu orang terakhir... Aku sedang emosi, aku akan mengacaukan semuanya." kata April.

Saksikan Live DetikPagi:

(ami/ami)