Cerita Rudy Pensiun Usai 31 Tahun Kerja, Kini Tekuni Kopi dan Jadi Ojol

Jakarta -

Sebelum pensiun dari perusahaan obat dan kosmetika terkemuka pada 2023, Rudy sudah punya kesibukan lain di luar pekerjaannya. Tiga hari dalam sepekan-Jumat sore, Sabtu, dan Minggu-ia menghabiskan waktu di balik meja barista.

Selama sekitar enam tahun, Rudy menjadi peracik kopi di sejumlah kafe di kawasan Megamendung-Puncak hingga area camping ground Gunung Cidahu, Sukabumi.

Menimbang biji kopi, menggiling, lalu meraciknya menjadi minuman untuk pelanggan ternyata memberinya kesenangan tersendiri. Ia belajar secara otodidak, termasuk dari YouTube. Selebihnya, ia banyak belajar dari praktik dan mencoba memahami selera pelanggan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan mengejar salary. Kalau pemesan kopi happy, rasanya wah banget. Lebih dari cukup," tutur Rudy saat berbincang dengan detikFood, Jumat (11/9/2026).

Rudy tidak terpaku pada satu jenis atau komposisi kopi. Arabika dan robusta bisa ia padukan sesuai permintaan pelanggan. Baginya, meracik kopi secara manual justru memberi ruang untuk bereksperimen. Pelanggan tidak hanya mendapatkan secangkir kopi, tetapi juga bisa diajak mengenal karakter biji dan cara penyeduhannya.

"Saya basic-nya melatih membuat kopi. Jadi bukan sekadar bikin kopi, tapi juga edukasi," ujarnya. Ia bahkan merasa metode manual membuatnya lebih leluasa menyesuaikan rasa.

"Kalau di Starbucks rasanya pasti sama karena dibuat mesin. Saya beda karena manual, tergantung permintaan pelanggan," katanya.

Bagi Rudy, kopi juga bukan sekadar minuman untuk menemani aktivitas. Ia punya keyakinan sendiri soal kopi hitam tanpa gula, creamer, maupun susu.

Ia mengaku pernah membuatkan racikan kopi untuk seorang dokter kenalannya yang semula menghindari kopi karena memiliki masalah lambung. Menurut cerita Rudy, setelah mencoba racikannya, keluhan sang dokter berkurang.

"Ada juga yang mengaku karena rajin minum americano maagnya jadi sembuh," kata Rudy.

Cerita tersebut merupakan pengalaman yang ia dengar dari pelanggan atau orang-orang di sekitarnya. Rudy sendiri mengaku tidak pernah berhenti mengeksplorasi kopi dan cara menikmatinya.

Kini, setelah pensiun, waktunya lebih banyak dihabiskan di jalan. Rudy menjadi pengemudi ojek online.

Akun Gojek sebenarnya sudah dimilikinya sejak 2016. Namun saat itu ojol belum menjadi pekerjaan utama. Ia hanya mengaktifkan aplikasi ketika berangkat bekerja ke kawasan Rasuna Said, Jakarta, atau saat pulang menuju Citayam.

"Biar ada teman ngobrol," katanya. Setelah pensiun pada 2023, Rudy mulai lebih serius menekuni pekerjaan tersebut. Ia memilih motor listrik Polytron Fox-R sebagai kendaraan sehari-hari.

Motor yang dibelinya pada 2023 itu mendapat subsidi pemerintah Rp7 juta. Jarak tempuh yang diklaim mencapai sekitar 130 kilometer membuatnya cukup leluasa beraktivitas. Namun Rudy memilih membatasi perjalanan sekitar 100 kilometer sehari. Pertimbangannya sederhana: biaya operasional.

Pengisian baterai di rumah menurut Rudy lebih murah dibandingkan membeli bahan bakar. Ia juga tidak perlu mampir dan mengantre di SPBU.

Konsekuensinya, pengisian baterai membutuhkan waktu lebih lama. Dari kondisi sekitar 10 persen hingga penuh, Rudy membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat jam.

Ia juga menemukan kekurangan setelah motor digunakan cukup lama. Menurutnya, setelah sekitar enam bulan, kenyamanan shockbreaker mulai berkurang.

Di sisi lain, beberapa fitur Fox-R justru membuatnya nyaman berkendara. Salah satunya cruise control yang memungkinkan motor mempertahankan kecepatan tertentu tanpa terus menarik tuas gas. Motor tersebut juga dilengkapi fitur mundur.

Di balik kesibukannya sekarang, perjalanan kerja Rudy sebenarnya cukup panjang. Lulus SMA jurusan IPA pada 1987, ia mengawali karier di perusahaan pengeboran minyak lepas pantai. Empat tahun kemudian, pada 1992, Rudy bergabung dengan perusahaan obat dan kosmetika terkemuka.

Awalnya ia ditempatkan di bagian finance pada divisi kosmetik. Ketertarikannya pada teknologi informasi kemudian membawanya beralih ke bidang IT. Perusahaan mengikutsertakannya dalam sejumlah kursus sebelum Rudy sepenuhnya bekerja di bidang tersebut.

Total 31 tahun ia habiskan di perusahaan obat dan kosmetika terkemuka sebelum pensiun pada 2023. Kini, ketika tidak sedang mengantar penumpang, Rudy masih menyempatkan diri kembali ke dunia kopi. Setiap akhir pekan, ia sesekali menjadi barista.

Sesekali pula ia mengajak istrinya jalan-jalan dengan motor listrik mereka. "Touring tipis-tipis. Menjaga kemesraan," ujarnya sambil tersenyum.

Ketiga anak mereka kini sudah dewasa. Dua di antaranya sudah berumah tangga dan memberi Rudy dua cucu. Anak bungsunya juga sudah mulai bekerja.

Foto profil WhatsApp Rudy seolah menggambarkan fase hidupnya sekarang. Dalam foto itu, ia tengah membonceng istrinya di kawasan Puncak yang diselimuti kabut.

Di bawah foto tersebut, Rudy menuliskan:
"Perjalanan hidup seperti kabut.
Di depan kita kadang jelas, kadang samar.
Bahkan kadang gelap tak terlihat."

(adr/adr)