Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:14 WIB
VIVA – Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau akrab disapa Coach Justin mengkritik keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam melakukan pergantian pemain saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026.
Baca Juga
Coach Justin menilai Herdman terlalu terlambat melakukan perubahan ketika Timnas Indonesia membutuhkan gol kemenangan untuk memastikan tiket ke semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, sejumlah pemain yang diharapkan mampu memberikan tambahan kreativitas dan daya gedor baru justru baru diturunkan ketika waktu pertandingan tersisa sangat sedikit.
Baca Juga
Dua pemain yang menjadi sorotan adalah Jens Raven dan Mitchell Bakker. Keduanya baru masuk pada menit ke-89, sementara Saddil Ramdani sudah dimainkan sekitar menit ke-80.
"Raven sama Bakker masuk di menit 89. Saddil Ramdani masih ke-80. It's just too late," kata Coach Justin dikutip dalam akun YouTube pribadinya.
Baca Juga
Coach Justin
Photo :
- YouTube Justinus Lhaksana
Coach Justin menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki opsi untuk menambah kreativitas di lini serang. Namun, pergantian yang terlalu terlambat membuat para pemain pengganti tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan dampak signifikan terhadap pertandingan.
Kritik tersebut muncul setelah Indonesia gagal memanfaatkan dominasi permainan untuk mengamankan kemenangan atas Singapura. Skuad Garuda sempat unggul lebih dulu, tetapi kemudian kebobolan dan harus puas bermain imbang 1-1.
Selain persoalan pergantian pemain, Coach Justin juga mempertanyakan sistem permainan yang diterapkan Herdman. Ia kembali menyoroti penggunaan formasi tiga bek yang menurutnya membuat keseimbangan permainan Timnas Indonesia tidak maksimal.
Coach Justin meminta Herdman kembali menggunakan empat pemain belakang dengan skema yang lebih sederhana, salah satunya 4-2-3-1.
"Stop main dengan tiga bek. Kembali ke empat bek. Kembali main simpel, 4-2-3-1," tegasnya.
Meski kecewa, Coach Justin tidak ingin langsung meminta Herdman meninggalkan Timnas Indonesia. Ia memahami pelatih asal Inggris tersebut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan melakukan eksperimen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, kegagalan Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 membuat ruang bagi Herdman untuk melakukan kesalahan semakin kecil.
Coach Justin menilai performa Indonesia saat menghadapi Vietnam dan Singapura tidak sebanding dengan kualitas skuad yang dimiliki, terlebih Timnas Indonesia diperkuat banyak pemain diaspora.
Halaman Selanjutnya
"Ini kalau dari sisi prestasi, enggak bisa diterima, jujur," ujarnya.