Cianjur (ANTARA) - Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menurunkan empat personel dengan satu unit mobil pemadam guna menangani kebakaran lahan seluas 800 meter persegi dan vila di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Jumat.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Cianjur Budianto, di Cianjur, Jumat, mengatakan kebakaran yang terjadi di vila kosong tanpa penghuni akibat pembakaran sampah yang dilakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap terlihat warga di lokasi.
Pihaknya langsung mengirim petugas ketika mendapat laporan dari warga dan berupaya memadamkan api yang sempat berkecamuk selama satu jam lebih sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lainnya yang berdekatan.
"Diduga api berasal dari pembakaran sampah menjalar ke lahan dengan rumput yang sudah mengering di halaman vila, saat petugas datang sebagian kecil bangunan vila sudah terbakar namun berhasil di padamkan," katanya.
Proses pemadaman api dibantu petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, BPBD Cianjur, relawan dan warga sekitar, sehingga selang dua jam dipastikan api sudah padam total dan tidak sampai merembet ke bangunan lain.
Untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, pihaknya bersama Inafis Polres Cianjur, melakukan penyelidikan, namun dugaan sementara kebakaran disebabkan pembakaran sampah yang dilakukan di lahan kosong di depan vila.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan ODGJ sehingga api merambat ke bangunan vila tidak ada korban jiwa kerugian masih dihitung diperkirakan lebih dari Rp100 juta,” katanya.
Seiring musim kemarau panjang pihaknya meminta masyarakat di seluruh wilayah Cianjur meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi kebakaran lahan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
Ketika terpaksa membakar sampah guna membersihkan lingkungan pastikan dalam tempat tertutup agar bara api tidak terbang ketika terbawa angin sehingga dapat membakar rumput yang sebagian besar sudah mengering karena kemarau.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.