Damri menggandeng PO lokal untuk shuttle bus MotoGP Mandalika

Mataram (ANTARA) - Damri Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggandeng perusahaan otobus (PO) lokal untuk menyiapkan shuttle bus penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.

General Manager Damri Cabang Mataram Zuryani mengatakan kesiapan penuh perusahaan pelat merah ini untuk mendukung kelancaran ajang MotoGP Mandalika, seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga Damri kembali dipercaya sebagai operator shuttle bus resmi.

"Seperti tahun-tahun lalu, kesiapan dari unit kami yang beroperasi di shuttle bus, kami juga siap untuk bertugas di MotoGP tahun ini," ujarnya dihubungi melalui telepon di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan armada sesuai kesepakatan dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan ITDC.

"Sesuai dengan kesepakatan MGPA dengan Damri, kami menyiapkan 118 bus baik medium bus maupun Haice," kata Zuryani.

Sebanyak 118 unit tersebut akan melayani shuttle di dalam kawasan. Untuk rutenya, Damri akan melayani beberapa gate dan beberapa hub sesuai dengan titik kedatangan penumpang yang telah ditetapkan oleh ITDC bersama pemerintah.

Baca juga: DAMRI sediakan 10 unit bus antar jemput ke Sirkuit Mandalika Lombok

Sedangkan untuk shuttle luar kawasan, Damri menyiapkan 4 unit bus besar. Untuk sementara, layanan shuttle luar ini ditangani oleh Dinas Perhubungan NTB.

Zuryani menjelaskan, jumlah armada setiap tahun berbeda karena selalu ada evaluasi usai pelaksanaan. Pada 2025 lalu, Damri bertugas di shuttle luar, sedangkan pada 2024 di shuttle dalam.

"Dari tahun ke tahun jumlahnya berbeda karena setiap pelaksanaan ada evaluasi. Tapi setiap tahun keterlibatan Damri selalu ada untuk ikut berperan dan menyukseskan kegiatan nasional maupun internasional," ujarnya pula.

Baca juga: Damri memberikan kenyamanan pemudik dengan fasilitas anak dan disabilitas

Untuk antisipasi, Damri juga menyiapkan mitigasi terkait potensi penumpang tertukar gelang.

"Antisipasi bukan hal baru, mitigasi kami terkait penumpang tertukar gelang, sehingga kami koordinasi dengan shuttle luar. Perlu ada filter sejak dini, perlu menanyakan tiket apa atau pakai gelang apa sehingga tertukar gelang ini bisa diminimalisir," ujar Zuryani.

Pelayanan shuttle akan berlangsung selama 3 hari. Zuryani memastikan biaya operasional ditanggung oleh Damri sesuai instruksi pemerintah.

"Untuk biaya ditanggung oleh Damri, karena kami yang menyanggupi sesuai instruksi sehingga kami dipercayakan oleh pemerintah. Ketersediaan unit dan petugas tersedia dan menguasai gate," katanya menegaskan.

Ia menyatakan untuk pelayanan shuttle bus tersebut, Damri menggandeng sejumlah PO yang ada di daerah, sehingga ada PO swasta dan Damri. Namun secara pertanggungjawaban ada di Damri.

"Karena kita tidak ingin PO lokal jadi penonton. Prioritas sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM)," ujarnya.

Dia menambahkan, tahun ini merupakan tahun kelima Damri terlibat dalam MotoGP Mandalika. Menurutnya, kesuksesan acara ini bukan hanya tanggung jawab ITDC, melainkan seluruh pihak.

"Prinsip kami bagaimana perhelatan MotoGP ini sukses. Bagaimana event ini membangkitkan ekonomi pariwisata, kita kemas perhelatan ini dengan peran aktif semua pihak untuk pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan di NTB. Perhelatan ini bukan sukses ITDC tapi semua pihak," ujar Zuryani.

Meski demikian, Zuryani memastikan operasional bus untuk MotoGP ini tidak akan mengganggu layanan reguler Damri.

"Semua berjalan dan tidak akan mengganggu regulasi Damri yang melayani rute lain hingga Pulau Sumbawa, semua berjalan normal," katanya pula.