Secara singkat, penghargaan ini menunjukkan bahwa DANA tidak hanya berkembang sebagai perusahaan teknologi finansial (fintech), tetapi juga dinilai mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan secara profesional maupun personal.
Beberapa faktor yang menjadi sorotan dalam pencapaian tersebut meliputi:
Budaya kerja yang mengutamakan kepercayaan.
Kolaborasi lintas tim.
Kesempatan belajar berkelanjutan.
Dukungan terhadap kesehatan mental.
Penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).
Kesempatan karier yang terbuka berdasarkan kompetensi.
Interim Chief People Officer DANA, Putu Wisudantari Parthami, menegaskan bahwa budaya perusahaan menjadi fondasi lahirnya inovasi.
"Di DANA, kami percaya inovasi terbaik lahir dari orang-orang yang merasa dipercaya dan diberdayakan. Karena itu, kami terus membangun budaya kerja yang inklusif, kolaboratif, dan memberikan kesempatan setara bagi setiap karyawan untuk berkembang. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas budaya yang kami bangun bersama," ujar Putu Wisudantari Parthami melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak memandang budaya kerja sebagai program pelengkap, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Mengapa Penghargaan Great Place To Work Penting?
Tidak semua penghargaan tempat kerja memiliki bobot yang sama. Indonesia's Best Workplaces™ diberikan berdasarkan pengalaman nyata para karyawan melalui survei independen, bukan sekadar penilaian administratif perusahaan.
Great Place To Work® mengevaluasi berbagai aspek, antara lain:
tingkat kepercayaan terhadap pimpinan;
rasa saling menghargai antarkaryawan;
kesempatan berkembang;
rasa bangga terhadap perusahaan;
kualitas kolaborasi dalam tim.
Dengan kata lain, penghargaan ini menggambarkan bagaimana karyawan benar-benar merasakan budaya kerja setiap hari.
Hal tersebut menjadi pembeda dibanding sekadar perusahaan yang memiliki fasilitas kantor mewah atau paket kompensasi menarik. Budaya kerja yang sehat justru tercermin dari pengalaman karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.
Apa yang Membuat DANA Layak Masuk Daftar Ini?
Salah satu faktor utama adalah konsistensi DANA membangun pengembangan sumber daya manusia.
Perusahaan menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan karyawan, mulai dari program pembelajaran berkelanjutan hingga perhatian terhadap kesehatan mental. Langkah tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran pekerja muda terhadap pentingnya kesejahteraan psikologis di tempat kerja.
Selain itu, DANA juga menerapkan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) yang memastikan setiap individu memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kemampuan dan kontribusinya, bukan latar belakang tertentu.
Data perusahaan menunjukkan lebih dari 30 persen posisi manajerial di DANA ditempati perempuan. Angka ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menciptakan kepemimpinan yang lebih inklusif di industri teknologi, yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki.
Penghargaan terbaru tersebut juga melengkapi sertifikasi Great Place To Work® yang telah diperoleh DANA pada 2025 dan 2026. Artinya, pengakuan terhadap budaya kerja perusahaan bukanlah pencapaian sesaat, melainkan hasil dari konsistensi yang terus dijaga.
Budaya Kerja Kini Menjadi Keunggulan Kompetitif Perusahaan Teknologi
Di industri digital, keunggulan perusahaan tidak lagi hanya ditentukan oleh teknologi.
Perangkat lunak dapat diperbarui dalam hitungan minggu. Fitur aplikasi bisa ditiru pesaing dalam waktu relatif singkat. Namun, budaya kerja yang sehat jauh lebih sulit direplikasi karena dibangun melalui kepemimpinan, nilai perusahaan, dan pengalaman kolektif para karyawan.
Inilah alasan mengapa perusahaan teknologi kini semakin serius membangun employer branding.
Employer branding bukan sekadar strategi rekrutmen, tetapi investasi jangka panjang untuk mempertahankan talenta terbaik. Engineer, data scientist, product manager, hingga spesialis kecerdasan buatan (AI) memiliki banyak pilihan tempat bekerja. Mereka cenderung memilih perusahaan yang menawarkan ruang berkembang, bukan hanya kompensasi finansial.
Dalam konteks tersebut, penghargaan yang diterima DANA dapat dipandang sebagai sinyal positif bahwa perusahaan memiliki daya tarik sebagai tempat berkarier, terutama di tengah persaingan ketat industri fintech Indonesia.
Baca Juga: Otsuka Gandeng RS Marzoeki Mahdi Perkuat Kesehatan Mental di Tempat Kerja
Baca Juga: Raih 3 Penghargaan, Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia 2026
Apa Arti Tingkat Kepuasan Karyawan yang Mencapai 87 Persen?
Salah satu data paling menarik dari hasil survei Great Place To Work® adalah 87 persen karyawan DANA menyatakan perusahaan tersebut merupakan tempat kerja yang baik untuk berkembang secara personal maupun profesional. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan jauh melampaui rata-rata global yang berada di kisaran 59 persen.
Sekilas, angka tersebut mungkin hanya terlihat sebagai statistik. Namun, jika diinterpretasikan lebih dalam, selisih hampir 30 poin persentase menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara pengalaman kerja di DANA dan rata-rata perusahaan secara global.
Artinya, mayoritas karyawan tidak hanya merasa nyaman bekerja, tetapi juga melihat adanya peluang nyata untuk belajar, berkontribusi, dan membangun karier.
Bagi perusahaan teknologi, kondisi seperti ini memiliki dampak strategis. Tingkat kepuasan karyawan yang tinggi biasanya berkaitan dengan:
tingkat turnover yang lebih rendah;
produktivitas tim yang lebih baik;
kolaborasi yang lebih kuat;
proses inovasi yang lebih cepat; serta
kemampuan perusahaan mempertahankan talenta terbaik.
Dengan kata lain, budaya kerja bukan hanya berdampak pada kesejahteraan karyawan, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis perusahaan.
Mengapa Employer Branding Kini Sama Pentingnya dengan Branding Produk?
Selama bertahun-tahun, perusahaan berlomba membangun citra produk agar dikenal masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perhatian mulai bergeser ke arah employer branding, yakni bagaimana perusahaan dipersepsikan sebagai tempat bekerja.
Fenomena ini semakin terlihat di industri teknologi dan fintech, yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
Perusahaan dapat memiliki modal besar dan teknologi canggih, tetapi tanpa talenta yang kompeten, inovasi akan sulit berkembang. Karena itu, budaya kerja kini menjadi salah satu "produk" yang juga harus dijaga kualitasnya.
Penghargaan seperti Indonesia's Best Workplaces™ berperan sebagai validasi independen yang menunjukkan bahwa pengalaman kerja di sebuah perusahaan memang diakui oleh karyawannya sendiri.
Bagi pencari kerja, informasi semacam ini menjadi referensi tambahan sebelum melamar pekerjaan. Sementara bagi perusahaan, pengakuan tersebut dapat memperkuat reputasi di mata calon karyawan, investor, hingga mitra bisnis.
Ilustrasi: Mengapa Budaya Kerja Bisa Menentukan Masa Depan Perusahaan?
Bayangkan ada dua perusahaan teknologi yang memiliki produk serupa dan menawarkan gaji yang tidak jauh berbeda.
Perusahaan pertama memberikan tekanan kerja yang tinggi tanpa ruang berdiskusi. Peluang promosi terbatas, sementara pengembangan kompetensi tidak menjadi prioritas.
Sebaliknya, perusahaan kedua menyediakan pelatihan rutin, membuka ruang kolaborasi lintas divisi, memberikan perhatian terhadap kesehatan mental, serta menilai karyawan berdasarkan kompetensi dan kontribusinya.
Dalam jangka pendek, kedua perusahaan mungkin sama-sama mampu menghasilkan produk berkualitas. Namun, dalam jangka panjang, perusahaan dengan budaya kerja yang lebih sehat memiliki peluang lebih besar mempertahankan talenta terbaik dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Ilustrasi ini menunjukkan bahwa investasi pada budaya kerja bukanlah biaya tambahan, melainkan strategi bisnis yang dapat memengaruhi daya saing perusahaan.
Keberagaman dan Kesetaraan Bukan Sekadar Tren
Salah satu aspek yang turut menjadi perhatian dalam budaya kerja DANA adalah penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).
Prinsip ini memastikan setiap individu memperoleh kesempatan berkembang berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kontribusinya.
Implementasi tersebut juga tercermin dari komposisi kepemimpinan perusahaan, di mana lebih dari 30 persen posisi manajerial ditempati oleh perempuan.
Di industri teknologi yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki, angka tersebut menunjukkan adanya upaya membangun kepemimpinan yang lebih beragam.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tim dengan latar belakang yang beragam cenderung menghasilkan perspektif yang lebih luas dalam menyelesaikan masalah. Bagi perusahaan digital yang bergerak cepat seperti DANA, keberagaman menjadi salah satu faktor yang dapat memperkaya proses pengambilan keputusan sekaligus mendorong inovasi.
Apa Dampaknya bagi Industri Fintech Indonesia?
Pencapaian DANA menunjukkan bahwa persaingan di industri fintech tidak lagi hanya berkutat pada jumlah pengguna, nilai transaksi, atau inovasi produk.
Ke depan, perusahaan juga dituntut mampu membangun organisasi yang sehat agar dapat mempertahankan talenta terbaik.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat transformasi digital di Indonesia terus meningkatkan kebutuhan terhadap profesi seperti software engineer, data analyst, cybersecurity specialist, hingga AI engineer.
Perusahaan yang mampu menghadirkan lingkungan kerja positif akan memiliki peluang lebih besar menarik kandidat berkualitas dibandingkan perusahaan yang hanya mengandalkan kompensasi finansial.
Dari sisi industri, tren ini dapat mendorong semakin banyak perusahaan teknologi untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan program pengembangan karyawan, dan memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja sebagai bagian dari strategi bisnis.
Insight Editorial: Budaya Kerja Kini Menjadi Indikator Kematangan Perusahaan
Masuknya DANA ke dalam jajaran 10 besar perusahaan dengan lingkungan kerja terbaik di Indonesia membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar meraih penghargaan.
Di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, perusahaan tidak cukup hanya menghadirkan produk inovatif. Mereka juga perlu membangun organisasi yang mampu membuat karyawan bertahan, berkembang, dan terus menciptakan ide-ide baru.
Budaya kerja yang sehat bukan lagi sekadar nilai tambah atau program internal departemen sumber daya manusia. Kini, budaya kerja telah menjadi salah satu indikator kematangan organisasi yang mencerminkan kualitas kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan perusahaan menghadapi persaingan jangka panjang.
Bagi pencari kerja, penghargaan seperti Indonesia's Best Workplaces™ dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih tempat berkarier. Sementara bagi perusahaan lain, pencapaian DANA dapat menjadi pengingat bahwa investasi pada manusia sering kali menghasilkan dampak yang sama besarnya dengan investasi pada teknologi.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perusahaan digital tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis atau jumlah pengguna, tetapi juga dari kemampuannya membangun lingkungan kerja yang dipercaya dan dihargai oleh orang-orang yang berada di balik inovasi tersebut.
Pantau terus perkembangan dunia bisnis, teknologi, dan ketenagakerjaan untuk memahami bagaimana budaya kerja akan terus menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan di masa depan.
Baca Juga: Fenomena Gen Z Cepat Dipecat dari Tempat Kerja, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Baca Juga: Diskriminasi Gender di Tempat Kerja Modern Masih Sering Terjadi Ini Contohnya
FAQ
Apa itu Indonesia's Best Workplaces™ 2026?
Indonesia's Best Workplaces™ 2026 merupakan penghargaan dari Great Place To Work® yang diberikan kepada perusahaan dengan budaya kerja terbaik berdasarkan hasil survei pengalaman karyawan dan evaluasi terhadap lingkungan kerja. Penghargaan ini menjadi indikator bahwa perusahaan berhasil membangun tempat kerja yang dipercaya, inklusif, dan mendukung pengembangan karyawan.
Mengapa DANA masuk jajaran perusahaan dengan lingkungan kerja terbaik?
DANA berhasil masuk peringkat ketujuh kategori perusahaan menengah karena dinilai memiliki budaya kerja yang mengedepankan kepercayaan, kolaborasi, pengembangan talenta, kesehatan mental, serta penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Penilaian tersebut didasarkan pada survei Great Place To Work® terhadap pengalaman karyawan.
Apa yang dinilai oleh Great Place To Work®?
Great Place To Work® menilai pengalaman karyawan melalui berbagai aspek, seperti tingkat kepercayaan kepada pimpinan, rasa saling menghargai, keadilan, kesempatan berkembang, kebanggaan terhadap perusahaan, dan kualitas kerja sama antartim. Penilaian tersebut bertujuan mengukur kualitas budaya kerja secara menyeluruh.
Apa manfaat budaya kerja yang baik bagi perusahaan teknologi?
Budaya kerja yang baik membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, mempertahankan talenta terbaik, memperkuat kolaborasi, mengurangi tingkat turnover, dan mendorong lahirnya inovasi. Dalam industri teknologi, budaya kerja juga menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh perusahaan lain.
Mengapa employer branding semakin penting?
Employer branding menjadi penting karena perusahaan kini bersaing mendapatkan talenta terbaik, bukan hanya pelanggan. Reputasi sebagai tempat kerja yang nyaman dan mendukung pengembangan karier dapat menarik lebih banyak kandidat berkualitas sekaligus meningkatkan loyalitas karyawan.
Apa makna tingkat kepuasan karyawan DANA yang mencapai 87 persen?
Tingkat kepuasan sebesar 87 persen menunjukkan mayoritas karyawan DANA merasa perusahaan merupakan tempat yang baik untuk berkembang. Angka tersebut juga jauh melampaui rata-rata global sekitar 59 persen, sehingga mencerminkan budaya kerja yang dinilai positif oleh para karyawannya.