Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan hidup Zhou Qunfei menjadi bukti nyata ketekunan, keberanian mengasah kemampuan diri, dan ketahanan mental sanggup mengubah takdir seseorang secara drastis. Berawal dari gadis desa miskin yang terpaksa putus sekolah saat remaja, wanita asal Hunan, China ini sukses bertransformasi menjadi salah satu pengusaha wanita paling berpengaruh dan terkaya di dunia hasil usaha sendiri (self-made).
Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (8/9/2026), masa kecil Zhou diliputi penderitaan ekstrem. Lahir di desa terpencil di Xiangxiang pada 1970, ia kehilangan ibunya saat baru berusia lima tahun. Situasi keluarga kian pelik usai ayahnya mengalami kecelakaan kerja parah yang menyebabkan kebutaan dan kehilangan sebagian jari.
Demi membantu menyambung hidup, Zhou kecil harus menanam sayuran, memelihara ternak, hingga mengumpulkan sampah plastik. Keterbatasan ekonomi memaksa dirinya berhenti sekolah di usia 15 tahun lalu merantau ke Shenzhen sebagai buruh migran.
Dilansir dari Leaders League, masa-masa awal di kota industri Shenzhen sama sekali tidak mudah. Zhou melakoni berbagai pekerjaan kasar, termasuk menjadi petugas keamanan di lokasi konstruksi, sebelum diterima di pabrik pembuat lensa jam tangan. Di sana, ia bekerja belasan jam sehari di lini perakitan dengan upah sangat minim, tak sampai US$ 1 atau sekitar Rp 16.000 per hari.
Namun, Zhou punya tekad kuat mengubah nasib. Alih-alih pasrah pada rutinitas buruh, ia memanfaatkan waktu luang di malam hari untuk belajar mandiri. Ia sengaja memilih tempat kerja yang berdekatan dengan Universitas Shenzhen agar bisa mengambil berbagai kursus, mulai dari akuntansi, pengoperasian komputer, hingga tata cara pabean. Kedisiplinan belajar di tengah kelelahan fisik inilah yang membentuk landasan pengetahuan teknis dan manajemennya.
Momen penentu hidupnya tiba pada 1993 ketika pabrik tempatnya bekerja bangkrut. Bersama beberapa anggota keluarga dan berbekal tabungan pribadi sebesar 20.000 dolar Hong Kong (sekitar US$ 3.000), Zhou memberanikan diri mendirikan usaha pemotongan dan pencetakan kaca jam tangan dari apartemen kecil berukuran tiga kamar.