Dari lumpur jadi rupiah, BUMDes Amanah Rakyat Nagur ubah tambak jadi ladang harapan - ANTARA News Sumatera Utara

Sergai (ANTARA) - Lumpur dan air tambak yang selama ini identik dengan lahan pesisir, perlahan berubah menjadi sumber rupiah bagi masyarakat Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Rakyat, lahan tambak mulai dikembangkan menjadi usaha budidaya udang vaname. Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam panen perdana, satu kolam seluas sekitar 625 meter persegi mampu menghasilkan sekitar satu ton udang dengan keuntungan sekitar Rp20 juta.

Bagi Pemerintah Desa Nagur, hasil tersebut bukan sekadar angka keuntungan. Panen itu menjadi bukti bahwa potensi lahan pesisir yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat diubah menjadi aset produktif desa.

Desa Nagur sendiri merupakan wilayah pesisir pantai timur yang sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan sebagai nelayan, petani dan pedagang. Potensi ekonomi desa selama ini banyak bertumpu pada hasil laut, pertanian padi dan perkebunan kelapa sawit.

Namun, Kepala Desa Nagur Ruslan, yang akrab disapa Buyung, melihat masih ada potensi lain yang bisa dikembangkan.

Salah satunya adalah pemanfaatan lahan tambak untuk budidaya udang vaname.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan melalui BUMDes Amanah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian desa sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Direktur BUMDes Amanah Rakyat, Muhammad Darwi alias Ucok, Selasa (22/9/2026)  mengaku bersyukur karena hari ini dapat menghadirkan sebuah bukti nyata dari ikhtiar dalam mengelola amanah dan anggaran BUMDes.

Apa yang dilakukan tentu belumlah sempurna. Namun, ia berharap hasil ini dapat menjadi jawaban atas berbagai perhatian, harapan, dan hal-hal yang selama ini menjadi pertanyaan di tengah masyarakat Desa Nagur.

Kami menyadari bahwa amanah bukan sekadar kepercayaan, tetapi tanggung jawab yang kelak akan kami pertanggung jawabkan

"Semoga apa yang dikelola hari ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan menjadi jalan menuju Desa Nagur yang lebih maju dan sejahtera" ujar Ucok

Pada panen perdana tersebut, produksi udang mencapai satu ton lebih dengan ukuran atau size 50. Hasil panen langsung diserap agen untuk kemudian dipasarkan, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Saat ini terdapat lima kolam di lokasi budidaya tersebut. Dua di antaranya dikelola BUMDes Amanah Rakyat dengan kedalaman kolam sekitar satu meter.

Menurut Ucok, usaha tersebut memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Apalagi, lahan yang digunakan telah dikontrak dalam jangka panjang hingga 10 tahun.

“Lahannya kita kontrak selama 10 tahun. Harapannya, lahan ini bisa terus dimanfaatkan menjadi aset produktif BUMDes dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” katanya.

Ia mengatakan pengembangan usaha BUMDes harus disesuaikan dengan potensi wilayah serta kemampuan pengelola. Pengalaman dan pengetahuan dalam budidaya menjadi salah satu faktor penting agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Semakin banyak kolam yang mampu dikelola dengan baik, kata dia, peluang peningkatan pendapatan BUMDes juga semakin terbuka.

Kepala Desa Nagur Ruslan menyambut positif keberhasilan panen perdana tersebut.

Menurutnya, keberhasilan budidaya udang vaname menunjukkan bahwa BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa apabila dikelola secara serius, profesional dan sesuai dengan potensi lokal.

“Kami tentu bersyukur dan mengapresiasi hasil panen perdana ini. Harapan kami, usaha budidaya udang vaname ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi BUMDes maupun masyarakat Desa Nagur,” ujar Ruslan.

Ruslan berharap pengelolaan usaha tersebut dilakukan secara profesional, transparan dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil usaha tidak hanya memberikan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan serta aset produktif desa dalam jangka panjang.

Bagi Desa Nagur, perjalanan budidaya udang vaname itu baru memasuki babak awal.

Pewarta: Darmawan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.