ILUSTRASI. Konglomerasi Keuangan (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia resmi membentuk Konglomerasi Keuangan DBS di Indonesia setelah mengambil alih 99% saham PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI).
Transaksi pengambilalihan saham tersebut ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli saham DBSVI pada hari ini. Dalam transaksi tersebut, DBSI bertindak sebagai pembeli dan kini menguasai 99% saham DBSVI. Sementara 1% saham DBSVI lainnya tetap dimiliki DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.
Dengan transaksi ini, DBSI akan bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sedangkan DBSVI menjadi anggota Konglomerasi Keuangan DBS di Indonesia.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, pembentukan konglomerasi keuangan tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan DBS di Indonesia.
"Terwujudnya Konglomerasi Keuangan DBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan Bank DBS di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat struktur organisasi, tata kelola, serta pengelolaan risiko yang terintegrasi sesuai dengan ketentuan regulator," ujar Lim dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: DBS Indonesia Geber Bisnis Wealth Management, Dana Kelolaan Tumbuh 7% Per Mei 2026
Menurut Lim, kepemilikan DBSI atas DBSVI juga membuka ruang bagi penguatan sinergi antara bisnis perbankan dan pasar modal.
Sinergi tersebut diharapkan memungkinkan DBS menghadirkan solusi keuangan yang lebih komprehensif bagi nasabah, baik korporasi, institusi maupun individu.
"Pada saat yang sama, kami optimistis sinergi antara layanan perbankan dan pasar modal akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam menghadirkan solusi finansial yang lebih komprehensif bagi nasabah," katanya.
Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS merupakan bagian dari tahapan pembentukan PIKK yang mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Plt. Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen mengatakan, masuknya DBSVI ke dalam struktur Konglomerasi Keuangan DBS menjadi babak baru bagi perusahaan di Indonesia.
Menurut dia, dukungan yang lebih kuat dari Grup DBS akan memberikan ruang bagi DBSVI untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas layanan di pasar modal.
Baca Juga: Dana Kelolaan Nasabah Kaya Bank DBS Naik 13% yoy Juni2026 di Tengah Volatilitas Pasar
"Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS menandai babak baru dalam perjalanan DBSVI di Indonesia. Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia," kata Andreas.
Ia menambahkan, kolaborasi yang lebih erat dengan ekosistem DBS diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, regulator maupun pemangku kepentingan lainnya.
Dengan terbentuknya konglomerasi tersebut, ekosistem DBS di Indonesia kini mencakup layanan perbankan dan pasar modal. Kehadiran DBSVI sebagai anggota konglomerasi diharapkan memperkuat kemampuan Grup DBS dalam menawarkan solusi terintegrasi, mulai dari layanan perbankan, treasury, pasar modal hingga investasi.
Di sisi lain, pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS juga memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi di dalam grup. Langkah tersebut sekaligus mendukung penerapan kerangka pengawasan terintegrasi sesuai dengan ketentuan regulator.
DBS menilai penguatan sinergi antara perbankan dan pasar modal juga sejalan dengan agenda pendalaman pasar modal domestik. Integrasi layanan keuangan dinilai dapat memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku usaha sekaligus mendukung perkembangan industri jasa keuangan Indonesia.
Baca Juga: Bank DBS Targetkan Nasabah dengan Saldo Rp 10 Miliar Tumbuh Double Digit pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News