Jakarta -
Streamer DeanKT bicara soal industri gaming di Indonesia. Menurutnya, anak bangsa punya kreativitas yang tak kalah saing hanya saja harus dipukul realita kurangnya pendanaan.
"Kalau game buatan lokal, jujur masih lumayan banyak PR-nya ya, kalau dibandingkan game-game luar. Cuma mungkin butuh waktu dan expand untuk bagaimana ke depannya anak-anak muda kreatif Indonesia bikin game," ujarnya kepada detikINET, Kamis (10/9/2026).
Dengan jujur, Aldean Tegar Gemilang menyampaikan bahwa biaya pembuatan game menjadi dalang terbesar dari kemajuan industri game di Tanah Air. Selain itu, dia menilai kurangnya wadah yang dapat menyalurkan kreativitas talenta muda +62.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalah kreativitasnya, tidak. Lebih ke yang tadi saya bilang, mungkin dari dana, terus juga dari support-nya juga," aku Dean.
"Melihat game lokal ini, yang kalau mau compete di ranah dunia ya, bukan kayak di lokal aja, masih pada bagus kok. Bagus, playable. Misalkan kayak Clevo ini, 'The Hardest Farming Game' juga masih oke banget, apalagi sekarang kita punya sandbox world seperti Roblox," imbuhnya.
Industri game di Indonesia
Lebih lanjut, DeanKT memberikan pendapatnya bahwa potensi Indonesia untuk tumbuh di industri game luar biasa besar. Hal ini dikarenakan audiens dari Indonesia sendiri sangat besar.
"Kalau bisa dilihat dari game-game yang mungkin sekarang kompetitif seperti Mobile Legends dan game-game yang lain, viewership kita bisa bersaing dengan viewership game-game yang di luar mobile. Jadi potensinya sangat-sangat besar dan masih bisa dikembangkan lagi," katanya.
DeanKT bicara soal potensi industri gaming di Indonesia. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Tantangan sebenarnya, menurut wakil presiden di EVOS Esports pada 2021 ini, lebih kepada bagaimana mengembangkan pasar. Ini merupakan tugas besar bagi pengembang game dan komunitas untuk menciptakan pertumbuhan serta kedekatan.
Begitu pula soal potensi menjalankan profesi di bidang game. Ada banyak pilihan yang dapat diambil di dalam rumpun ini dan peluang untuk suksesnya terbilang masih besar.
"Masih banyak sekali peluang yang memang bisa ditelaah lagi, selain jadi pro player atau selain jadi staff coaches. Kita juga bisa jadi staff kayak head content, videographer, atau bahkan HR malah bisa juga. Dan kalau memang yang sekarang, straight to the point, mungkin seperti saya streamer atau content creator, itu masih bisa banget," tegasnya.
(ask/fay)
TAGS
LIHAT LAINNYA