Demi Cantik, Nenek 75 Tahun Habiskan Tabungan Hingga Rp 7 M Untuk Perawatan

Jakarta -

Kehabisan tabungan setelah terlalu sering melakukan perawatan kecantikan tentu menjadi hal yang tidak pernah dibayangkan. Namun hal itu yang terjadi pada seorang nenek di China. Wanita berusia 75 tahun itu harus kehilangan hampir seluruh tabungannya setelah menghabiskan sekitar 3 juta yuan atau setara Rp 7,8 miliar untuk berbagai perawatan kecantikan.

Melansir SCMP, perempuan bermarga Yu tersebut diketahui rutin mendatangi salon kecantikan sejak 2016. Selama bertahun-tahun, ia menjalani beragam perawatan, mulai dari pengencangan kulit, thread lift, pijat meridian, hingga tato alis dan bibir.

Kasus ini terungkap setelah sang anak menemukan sejumlah tagihan dari salon dan sebuah klinik kecantikan medis. Beberapa layanan disebut memiliki harga hingga 10-20 kali lebih mahal dibandingkan harga pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu tagihan yang mencuri perhatian adalah prosedur tato bibir yang mencapai 39.800 yuan atau sekitar Rp 104 juta dalam satu sesi. Yu juga tercatat beberapa kali menjalani prosedur serupa.

Yu mengaku tidak terlalu memperhatikan biaya perawatan karena saat itu merasa memiliki cukup uang. Tabungannya sendiri berasal dari hasil penjualan rumah.

Setelah uangnya habis untuk perawatan kecantikan, kondisi keuangan Yu memburuk. Ia bahkan kesulitan membayar sewa tempat tinggal dan harus menjual perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain salon, Yu juga mendapat rujukan ke klinik kecantikan medis bernama Rouyi. Di sana, ia membayar sekitar 300.000 yuan atau Rp 789 juta untuk prosedur yang disebut 'intimate care'.

Namun, prosedur tersebut ternyata tidak dilakukan. Pihak klinik menggantinya dengan beberapa perawatan kulit lainnya. Dalam tagihan juga tercantum layanan dengan nama seperti 'happiness chair' dan 'space capsule' yang tidak dipahami Yu.

Sementara itu, pihak salon Yongqi membantah memaksa Yu menjalani berbagai prosedur. Mereka menyebut Yu sendiri yang kerap meminta perawatan karena memiliki kekhawatiran terhadap penampilannya. Salon juga beralasan bahwa harga layanan telah dicantumkan sebelum pembayaran.

Setelah kasus tersebut terungkap, salon mengembalikan sebagian uang muka Yu sebagai bentuk penyelesaian. Yu kemudian memilih tidak membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

(vio/vio)