Demi Keluarga, Ibu Ini 10 Tahun Antar Makanan hingga Bisa Biayai Nikah Anak

Jakarta -

Seorang ibu jadi pengantar makanan selama 10 tahun demi keluarga. Hasil kerja kerasnya digunakan untuk membiayai pernikahan sang putri.

Kisah seorang ibu yang bekerja sebagai pengantar makanan mencuri perhatian. Dilansir dari Times of India, (9/10/2026), sebelum menjadi kurir, sejak kecil perempuan ini sudah terbiasa bekerja usai pulang sekolah.

Ia kemudian menikah saat berusia 19 tahun dan tinggal bersama suaminya di sebuah desa. Di sana, ia mengurus keluarga sekaligus membantu pekerjaan di bidang pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dihujat karena Ajak Anak Kerja, Kisah Pengantar Makanan Ini Bikin HaruSeorang ibu menjadi sorotan setelah bekerja 10 tahun menjadi pengantar makanan. Foto: Weird Kaya

Pasangan tersebut kemudian pindah ke Mumbai setelah sang suami mendapat pekerjaan. Kehidupan keluarga mereka sempat terasa lebih stabil sebelum kondisi kesehatan suaminya memburuk.

Seseorang kemudian menyarankannya jadi pengantar makanan untuk Zomato. Kemampuan mengendarai kendaraan roda dua membuat pekerjaan tersebut terasa memungkinkan baginya.

Wanita yang tak disebutkan identitasnya itu mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali bekerja. Saat itu, ia hanya melihat sedikit perempuan di antara ratusan pengantar makanan laki-laki.

"Pada hari-hari pertama, saya adalah salah satu dari sedikit perempuan yang berkendara bersama ratusan kurir laki-laki. Saya merasa gugup," tuturnya.

Namun dukungan dari pelanggan membuatnya terus bertahan. Senyum dan ucapan sederhana dari pelanggan menjadi penyemangat untuk kembali bekerja setiap hari.

Nganggur 6 Bulan, Pria Ini Pilih Jadi Ojol Pengantar Makanan demi Bertahan HidupIlustrasi ojol. Foto: TikTok @akulahmieyyyy

Satu perjalanan kemudian berubah menjadi ratusan hingga ribuan pengantaran. Selama 10 tahun, pekerjaan itu menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarganya.

Penghasilan dari mengantar makanan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia juga berhasil membiayai pernikahan putrinya dari hasil kerja keras tersebut.

Kini, masih ada satu impian yang ingin diwujudkannya. Ia ingin memiliki rumah sendiri untuk keluarganya.

Selama satu dekade, jalanan Mumbai menjadi saksi perjuangannya mencari nafkah. Alih-alih berhenti setelah mencapai berbagai tujuan, ia memilih terus bekerja.

Baginya, perjalanan masih berlanjut sampai impian memiliki rumah benar-benar terwujud.

(dfl/adr)