Jakarta (ANTARA) - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengusung visi untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan, sebagaimana disampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR pada Rabu.
Di samping itu, visi tersebut juga mencakup menjadikan BI kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Mempertimbangkan tantangan perekonomian serta mandat yang diemban oleh Bank Indonesia, maka bila kami mendapatkan amanah menjadi Gubernur Bank Indonesia, kami akan jalankan visi yang ditopang dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis,” kata Destry dalam paparannya di ruang rapat Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, misi pertama yakni menjaga stabilitas sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Misi kedua, berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dan misi ketiga yakni memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih.
Adapun inisiatif strategis yang pertama adalah penguatan bauran kebijakan BI. Destry menjelaskan, bauran kebijakan BI akan terus diperkuat guna merespons tekanan terhadap sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi sehingga dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif yang dapat mendukung stabilitas harga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selanjutnya inisiatif strategis kedua yaitu kebijakan lalu lintas devisa (LDD). Menurut Destry, kebijakan lalu lintas devisa akan menjadi perhatian serius sesuai dengan mandat BI berdasarkan undang-undang.
Dengan berbagai tantangan terkait sektor eksternal baik dari sisi makro dan infrastruktur LLD, Destry mengatakan bahwa ke depan, pihaknya akan melakukan refocusing dan revitalisasi kebijakan LLD khususnya terkait dengan pengawasan berbasis digital dan suptech.
“Hal ini amat penting mengingat potensi under-invoicing yang cukup besar namun kami tidak bisa sendirian karena data terkait LLD melibatkan banyak pihak,” jelas dia.
Kemudian, inisiatif strategis ketiga terkait dengan keuangan inklusif dan berkelanjutan di mana pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut dia, inklusi dan syariah juga merupakan game changer utama bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Di samping itu, Destry menyatakan akan memperkuat pembiayaan inklusif melalui penguatan kebijakan makroprudensial. Kebijakan keuangan berkelanjutan BI juga akan terus disempurnakan untuk instrumen dan metode perhitungan emisi dan karbon yang nantinya digunakan oleh perusahaan dan perbankan.
Sementara inisiatif strategis keempat yakni terkait dengan tata kelola kelembagaan inovasi. Mandat BI yang semakin besar, menurut Destry, harus diimbangi dengan kelembagaan yang semakin kuat.
“Kredibilitas Bank Indonesia bukan sesuatu yang dapat dibangun secara instan tapi merupakan hasil akumulasi dari integritas, konsistensi, inovasi dan sinergi jangka panjang,” ujar Destry.
Adapun inisiatif strategis kelima yaitu Sinergi Merah Putih yang merupakan benang merah yang menghubungkan seluruh kebijakan.
Destry meyakini bahwa keberhasilan BI tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun Sinergi Merah Putih bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata yang selaras dengan visi Asta Cita mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan daerah, digitalisasi ekonomi, hingga reformasi kelembagaan.
Destry menyampaikan, pihaknya akan mengedepankan aspek “3I” dan “1S” dalam menjalankan kebijakan yakni impactful, inklusif, dan integrasi, serta seluruhnya diyakini bisa tercapai dengan dilakukannya sinergi.
“Buat kami sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih kalau kita bekerja sendirian,” kata Destry.
Sebagai informasi, Destry Damayanti, yang saat ini menjabat Pejabat Gubernur Sementara BI, merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI.
Destry menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi pada 25 Juli 2026.
Pada hari yang sama atau Rabu siang, Komisi XI DPR RI juga akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Senior BI, yakni Aida S. Budiman.
Sementara itu, uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8). Untuk calon Deputi Gubernur BI, terdapat dua nama yang diajukan, yakni Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.