Destry Resmi Jadi Gubernur BI, Purbaya Yakin Koordinasi dengan Pemerintah Makin Sinkron

Rabu, 02 September 2026, 18:27 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) membawa harapan baru bagi koordinasi kebijakan ekonomi pemerintah dan bank sentral. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin hubungan keduanya dapat membuat kebijakan keuangan dan moneter semakin sinkron.

Purbaya memiliki alasan tersendiri di balik optimismenya tersebut. Destry sebelumnya pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga keduanya sudah cukup mengenal satu sama lain.

"Ke depannya harusnya bakal lebih baguslah. Kan Bu Destry sebelumnya juga pernah di Dewan Komisioner LPS. Jadi saya cukup dekat dengan beliau, sehingga saya rasa kebijakannya lebih sinkron, lebih sinergi," ujar Purbaya di Gedung MA, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Destry resmi dilantik sebagai Gubernur BI pada hari yang sama. Selain Destry, Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Bagi Purbaya, kedekatan dengan pimpinan bank sentral dapat menjadi modal penting dalam menjalankan kebijakan ekonomi. Pemerintah dan BI memiliki ruang koordinasi yang luas, terutama ketika harus menjaga likuiditas sekaligus memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara.

Purbaya menilai koordinasi yang lebih baik akan membantu pemerintah dan BI merespons kondisi perekonomian secara lebih cepat. Ia berharap kebijakan yang dikeluarkan masing-masing lembaga dapat saling mendukung dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Harapan serupa disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Perempuan yang akrab disapa Kiki itu berharap hubungan OJK dan BI semakin kuat setelah Destry resmi memimpin bank sentral.

"Jadi harapan kita koordinasi semakin baik, sinergi semakin baik antara OJK dengan Bank Indonesia dan juga dalam kerangka KSSK bersama dengan Menteri Keuangan dan juga LPS supaya kita sama-sama deh menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia," kata Kiki.

Kiki mengatakan koordinasi antarlembaga diperlukan agar kebijakan yang dibuat tidak saling bertentangan. Meski demikian, setiap lembaga tetap harus menghormati independensi dan kewenangan masing-masing dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Danantara Kasih Utang Whoosh ke Purbaya Pertengahan September 2026

"Terus kemudian program-program lain banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan dengan Bank Indonesia. Selain conflicting policy itu juga program-program yang selain itu sangat baik, sudah terjalin antara OJK dengan Bank Indonesia," ujarnya.

Menurut Kiki, kerja sama BI dan OJK juga dapat diperluas ke sejumlah program ekonomi, termasuk pengembangan UMKM dan berbagai program di daerah. Ia menyambut positif kepemimpinan Destry dan berharap sinergi yang sudah berjalan dapat semakin diperkuat.

Sementara itu, Purbaya juga menilai perbaikan koordinasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pemerintah membaca kondisi likuiditas. Ia sebelumnya mengakui masih ada kelemahan dalam penggunaan sejumlah indikator sehingga pemerintah perlu mengembangkan alat ukur yang lebih mampu mencerminkan kondisi riil sistem keuangan.

Dengan Destry kini resmi memimpin BI, pemerintah berharap hubungan antarotoritas semakin solid. Bukan hanya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah, BI, OJK, dan LPS dapat bergerak dalam arah yang sama ketika menghadapi dinamika ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama