Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif dengan menentukan kepentingan nasional sendiri serta berkontribusi aktif bagi perdamaian.
"Kebijakan luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Kami menentukan kepentingan nasional kami sendiri dan kami ingin berkontribusi aktif bagi perdamaian," kata Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.
Sebagaimana dipantau dari tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengatakan Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi berupaya bergabung dalam aliansi ekonomi.
Menurutnya, Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) merupakan bentuk kemitraan ekonomi yang tidak ditujukan untuk melawan pihak mana pun, melainkan untuk menciptakan kemakmuran bersama.
"Indonesia bekerja ke Timur, Barat, Utara, dan Selatan sebagai mitra yang berdaulat dan setara," ujarnya.
Prabowo menegaskan Indonesia memiliki prinsip untuk memperbanyak pertemanan dan menghindari permusuhan.
"Bagi kami, seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," kata Prabowo.
Kepala Negara mengatakan Indonesia datang ke St. Petersburg pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) tahun lalu untuk mencari teman dan kini datang ke Vladivostok menghadiri EEF ke-11 untuk mengubah persahabatan tersebut menjadi hasil yang pragmatis.
Prabowo juga menegaskan Global South bukan merupakan blok baru, melainkan kelompok yang memperjuangkan keadilan, pembagian kemakmuran yang adil, dan suara yang adil dalam penyusunan aturan global.
Presiden menegaskan Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan langgeng di mana pun konflik masih terjadi.
"Posisi kami jelas dan konsisten. Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus menuju perdamaian yang adil dan langgeng di mana pun konflik masih ada," ucapnya.
Prabowo kemudian mengaitkan perdamaian dengan pembangunan. Menurutnya, kelaparan, pengangguran, ketidakadilan, dan penghinaan dapat menjadi bahan bakar konflik.
Presiden menilai kawasan Timur Jauh yang memberikan peluang, negara-negara yang mampu memberi makan anak-anaknya, serta Asia-Pasifik yang berdagang secara terbuka merupakan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi perdamaian.
"Kedaulatan memungkinkan perdamaian. Perdamaian memungkinkan pembangunan. Dan pembangunan untuk manfaat masyarakat membuat perdamaian itu bertahan lama," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo dorong investasi RI-Rusia lewat Danantara-RDIF
Baca juga: Prabowo: Indonesia melihat manfaat kerja sama energi dengan Rusia
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.