Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan program digitalisasi peralatan layanan di posyandu sebagai salah satu upaya untuk mengkurasi dan validasi data stunting di Mataram.
Kepala Dinkes Kota Mataram dr H Emirald Isfihan, di Mataram, Kamis, mengatakan program digitalisasi dilakukan melalui pengadaan antropometri kit berstandar untuk pemantauan pertumbuhan dan pencegahan stunting pada balita.
"Alat tersebut digunakan untuk mengukur berat badan dan tinggi badan balita sehingga hasil lebih akurat dan penanganan stunting dapat dilakukan lebih tepat. Saat ini kami sedang siapkan digitalisasi antropometri kit di beberapa posyandu," katanya.
Pengadaan alat timbang digital yang disiapkan itu bersumber dari insentif atau hadiah yang diperoleh Kota Mataram atas penghargaan yang diterima beberapa pekan lalu dari pemerintah pusat dalam kategori terbaik II akses dan kualitas layanan kesehatan dengan apresiasi insentif fiskal sebesar Rp1,5 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dengan anggaran itu, Dinkes Mataram saat ini masih menghitung kebutuhan dan jumlah antropometri kit digital yang akan dibeli agar pemanfaatan bisa optimal dan tepat sasaran.
Penambahan sarana tersebut juga diperlukan untuk mendukung capaian program standar pelayanan minimal (SPM), salah satunya berkaitan dengan skrining terhadap bayi baru lahir.
"Kami banyak melakukan skrining terhadap bayi-bayi baru lahir. Ada skrining untuk hipotiroid dan kelainan pada bayi, dan untuk mengecek gula darah pada bayi baru lahir," katanya.
Oleh karena itu, alat timbang digital bukan sekadar memudahkan petugas dalam melakukan pengukuran. Hal yang lebih penting adalah memastikan data yang dihasilkan akurat sehingga dapat mendukung penanganan stunting secara lebih tepat.
"Pastinya akurasi itu jangan sampai menyebabkan hasilnya tidak valid," katanya.
Peralihan dari sistem konvensional menuju digital dinilai menjadi kebutuhan di era saat ini. Terlebih, Kota Mataram diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain di NTB dalam penerapan digitalisasi, termasuk di sektor kesehatan.
"Kota Mataram sudah menerapkan enam SPM di posyandu. Jadi kami harus meningkatkan posisi posyandu agar benar-benar maksimal," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026