Aimas (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menyiapkan 32 puskesmas untuk mendukung penanganan kegawatdaruratan dan dampak bencana di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Sorong Julius Makatita di Aimas, Selasa, mengatakan kesiapan tersebut dilakukan dengan membentuk tim penanggulangan kegawatdaruratan di tingkat dinas maupun puskesmas.
"Di Dinas Kesehatan sudah ada tim penanggulangan terkait kegawatdaruratan. Di puskesmas juga sudah diinstruksikan untuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan bencana alam di wilayah kerja masing-masing," katanya.
Menurut dia, sebagian besar puskesmas di Kabupaten Sorong telah dilengkapi kendaraan ambulans untuk mendukung mobilisasi tenaga kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi bencana.
Ia menjelaskan jumlah puskesmas di Kabupaten Sorong yang sebelumnya sekitar 18 unit kini telah bertambah menjadi 32 unit dan tersebar sesuai dengan jumlah distrik.
"Semua distrik sudah ada fasilitas puskesmas dan sudah difasilitasi ambulans, kecuali ambulans air yang saat ini masih dalam proses untuk melayani daerah-daerah perairan," ujarnya.
Julius mengatakan pihaknya juga mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana yang berada dalam satu komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar koordinasi penanganan di lapangan lebih terarah.
Menurut dia, keterlibatan Dinas Kesehatan dalam penanggulangan bencana sangat penting karena tenaga kesehatan akan menangani berbagai dampak yang muncul setelah bencana, termasuk potensi penyakit menular dan penyakit kulit.
"Kami sangat setuju kalau ada satu payung komando dari BPBD, sehingga ketika berada di lapangan kami dapat menjalankan tugas sesuai dengan instruksi dan tupoksi masing-masing," katanya.
Ia berharap pembentukan tim penanggulangan bencana nantinya diikuti dengan pelatihan dan lokakarya bagi seluruh unsur yang terlibat, sehingga setiap personel memahami tugas dan kewenangannya ketika berada di lokasi bencana.
Julius menambahkan tim penanggulangan bencana juga telah dibentuk di tingkat puskesmas. Jika terjadi bencana di wilayah kerja puskesmas, pimpinan puskesmas bersama jajaran akan mengambil langkah awal penanganan sebelum berkoordinasi dengan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong.
"Karena puskesmas bertanggung jawab terhadap wilayah kesehatan di wilayah kerjanya, maka kami menyarankan agar puskesmas juga dilibatkan dalam surat keputusan pembentukan tim penanggulangan bencana," katanya.
Ia mengatakan Dinas Kesehatan akan terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), serta organisasi profesi kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Sorong.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.