Dinkes Palangka Raya beri layanan Home Care bagi lansia terdampak karhutla
Senin, 5 Oktober 2026 17:44 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan. (ANTARA/Rendhik Andika.)
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengoptimalkan layanan "Home Care" bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah, terutama lanjut usia (lansia), selama kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan di Palangka Raya, Senin mengatakan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan. Warga cukup menghubungi puskesmas terdekat untuk menyampaikan kebutuhan pelayanan kesehatan, kemudian petugas akan mendatangi rumah pasien.
"Jika pasien memerlukan layanan kesehatan, cukup menghubungi puskesmas. Petugas kami akan datang ke rumah, terutama bagi lansia yang terdampak kondisi kabut asap," katanya.
Ia mengatakan layanan Home Care diprioritaskan bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah, termasuk lansia yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan akibat kondisi kabut asap.
"Layanan Home Care tersebut menjadi salah satu upaya Dinkes memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pertolongan tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan," katanya.
Menurut Riduan, penguatan layanan tersebut dilakukan seiring masih ditemukannya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau dan karhutla. Berdasarkan data Dinkes, total kasus ISPA yang tertangani sejak Juni hingga awal Oktober 2026 mencapai 10.240 kasus.
Kasus ISPA tercatat 1.849 kasus pada Juni, meningkat menjadi 2.293 kasus pada Juli dan mencapai 3.104 kasus pada Agustus. Jumlah tersebut kemudian menurun menjadi sekitar 2.900 kasus pada September dan 190 kasus pada awal Oktober.
Berdasarkan data terbaru, kasus ISPA harian tercatat sebanyak 81 kasus atau menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Riduan menilai penurunan tersebut turut dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan, seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker ketika harus bepergian, serta menjaga kondisi tubuh.
"Masyarakat sudah semakin memahami cara melindungi diri. Kalau tidak ada keperluan penting lebih baik di rumah, kemudian kalau keluar memakai masker dan menjaga kesehatan tubuh," ujarnya.
Selain Home Care, Pemerintah Kota Palangka Raya juga menyiagakan 43 titik Rumah Oksigen sebagai akses pertolongan awal bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Riduan mengatakan Rumah Oksigen tersebut tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu, dan sejumlah kelurahan. Layanan didukung tenaga kesehatan dari puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing serta melibatkan mahasiswa tingkat akhir Universitas Eka Harap.
"Pelayanan oksigen ini gratis untuk seluruh warga Kota Palangka Raya. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya apabila mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap," katanya.
Dinkes juga memastikan ketersediaan obat-obatan untuk penanganan ISPA dan vitamin tetap mencukupi. Masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan diimbau segera menghubungi puskesmas untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.
Baca juga: Kemenkum Kalteng pastikan WFH karena kabut asap tak kurangi tanggung jawab pegawai
Baca juga: Kemenkum Kalteng serahkan pencatatan hak cipta 50 buku cerita anak dwibahasa
Baca juga: PPMHKP-BBPOM Palangka Raya kolaborasi pengawasan mutu pangan asal ikan
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.