Sorong (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Barat Daya melayani sebanyak 527 warga melalui program dokter mobile yang digelar di Kabupaten Maybrat dan Sorong Selatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes P2KB Papua Barat Daya dr Jan Pieter Kambu di Sorong, Selasa, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil maupun daerah yang berpotensi mengalami bencana, krisis kesehatan dan kejadian luar biasa tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan.
"Karena memang kepedulian kita dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk melayani pasien-pasien atau penduduk yang berada di daerah potensi bencana, daerah krisis, atau daerah KLB," katanya.
Program dokter mobile dilaksanakan di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat pada 28 Agustus 2026 dan Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan pada 29 Agustus 2026.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, khususnya dalam menghadapi kondisi bencana, krisis kesehatan dan KLB.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes P2KB Papua Barat Daya melibatkan dokter spesialis dasar, antara lain spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan dan spesialis anak.
"Tim pelayanan juga diperkuat dokter umum, perawat, tenaga kesehatan lainnya serta jajaran Dinkes P2KB Papua Barat Daya," ujarnya.
Dari dua lokasi pelayanan tersebut, sebanyak 268 warga di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Sementara itu, sebanyak 259 warga di Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan juga memperoleh pelayanan serupa.
"Total semua sekitar 527 pasien yang dilayani atau penduduk dilayani. Ini tentunya sudah melewati standar yang telah kita tetapkan di Dinas Kesehatan Provinsi," katanya.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga menerima dukungan untuk meningkatkan status kesehatan berupa makanan tambahan, susu bagi ibu hamil, vitamin bagi anak-anak dan remaja, serta suplemen kesehatan bagi perempuan dan ibu hamil.
Khusus bagi ibu hamil, kata dia, tenaga kesehatan memberikan suplemen berupa asam folat, kalsium, vitamin D, serta DHA Omega-3 untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
Dia mengatakan program dokter mobile akan menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah provinsi dalam memenuhi SPM bidang kesehatan dan ke depan diintegrasikan dengan sistem penanggulangan bencana, sistem rujukan, serta Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
"Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas pelayanan kesehatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, terutama dalam menangani kondisi darurat, potensi bencana dan kebutuhan rujukan pasien hingga tingkat nasional," harapnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.