Disdik Palangka Raya pastikan terapi ABK tetap berjalan saat kabut asap
Selasa, 1 September 2026 12:45 WIB
Disdik Kota Palangka Raya melakukan Pusat Layanan Autis (PLA) dan memastikan anak berkebutuhan khusus (ABK) tetap mendapatkan penanganan serta pendampingan optimal di tengah kondisi darurat kabut asap, Selasa (1/9/2026. ANTARA/HO-Disdik Kota Palangka Raya
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melalui Pusat Layanan Autis (PLA), memastikan anak berkebutuhan khusus (ABK) tetap mendapatkan penanganan dan pendampingan optimal di tengah kondisi darurat kabut asap.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan di Palangka Raya, Selasa, mengatakan kualitas udara yang berada pada kondisi tidak sehat menjadi pertimbangan PLA untuk mengalihkan sementara sesi terapi tatap muka di pusat layanan menjadi program terapi dan pendampingan oleh guru serta terapis ke rumah anak.
"Kesehatan anak adalah prioritas utama kami. Kabut asap tidak boleh menghentikan program terapi dan stimulasi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui pendampingan terapis dan guru ke rumah serta kolaborasi yang erat bersama orang tua, kami memastikan program anak tetap berjalan aman di dalam rumah," kata Vico.
Ia menjelaskan, program pendampingan ke rumah tersebut dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara terapis dan guru. Kegiatan terapi tetap mengacu pada program yang diberikan di pusat layanan, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan rumah masing-masing anak.
Menurut dia, pola tersebut juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat secara langsung proses terapi dan memahami berbagai aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak di rumah menggunakan media sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.
"Orang tua dapat melihat langsung proses terapi dan aktivitas yang dilakukan anak sehingga nantinya bisa diterapkan kembali di rumah. Dengan media sederhana yang ada di sekitar, orang tua tetap dapat membantu anak melakukan latihan meskipun dengan keterbatasan sarana," bebernya.
Vico mengungkapkan, terapi selama kondisi kabut asap difokuskan pada pengembangan sensorik motorik dan kemandirian anak. Hal itu penting agar ABK tetap aktif melakukan berbagai kegiatan di dalam rumah selama aktivitas luar ruangan dibatasi akibat kualitas udara yang tidak sehat.
Ia menambahkan, keterbatasan aktivitas fisik di luar ruangan dalam waktu tertentu juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak berkebutuhan khusus, termasuk memicu kecemasan. Karena itu, kesinambungan terapi dan stimulasi tetap dijaga dengan menyesuaikan metode pelaksanaan.
PLA Kota Palangka Raya juga mengingatkan orang tua agar berperan aktif dalam mendampingi anak selama berada di rumah. Orang tua diharapkan tidak hanya menerima materi pendampingan dari guru dan terapis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung bersama anak.
"Pada kondisi darurat asap seperti ini, orang tua menjadi terapis utama bagi anak di rumah. Kami berharap melalui program pendampingan ini orang tua dapat memahami aktivitas yang bisa dilakukan sehingga stimulasi anak tetap berjalan," kata orang nomor dua di lingkup Disdik Kota Palangka Raya sebut.
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.