Disdikbud Sorong petakan 2.021 guru sebagai upaya pemerataan distribusi - ANTARA News Papua Tengah

Aimas (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memetakan sebanyak 2.021 guru sebagai langkah untuk mewujudkan pemerataan distribusi tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Taa di Aimas, Selasa, mengatakan pemetaan tersebut mencakup guru yang tersebar di seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

"Distribusi guru sudah kami lakukan pemetaan dan sekarang sudah hampir final. Tinggal nanti kami tayangkan kepada seluruh kepala sekolah supaya mereka melihat kondisi riil guru yang ada di setiap satuan pendidikan," katanya.

Ia menjelaskan, hasil pemetaan itu akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan redistribusi atau pergeseran guru dari sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan guru.

Redistribusi tersebut mencakup guru mata pelajaran maupun guru kelas sehingga kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara lebih merata.

"Selama ini guru memang sudah mengajar di sekolah masing-masing, tetapi dari kondisi riil yang kami lihat, ada sekolah yang jumlah gurunya banyak, sementara sekolah lain masih kekurangan guru. Karena itu, dari data ini kami akan lakukan pemerataan," ujarnya.

Menurut dia, pemetaan dan pendataan seluruh guru di satuan pendidikan hampir rampung dan pemerintah daerah berencana menyampaikan hasilnya kepada para kepala sekolah dalam dua minggu ke depan.

Setelah itu, Disdikbud Kabupaten Sorong akan mulai melakukan langkah redistribusi berdasarkan kebutuhan masing-masing sekolah.

Andreas mengatakan pemerintah daerah menargetkan proses pemerataan distribusi guru dapat dilaksanakan pada Oktober 2026.

"Target kami distribusi guru itu sudah dilakukan pada Oktober sehingga tidak ada lagi alasan atau keluhan dari orang tua siswa bahwa di sekolah tertentu tidak ada guru," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap kebutuhan guru pada seluruh satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan pendidikan berjalan optimal.

"Pemetaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan distribusi guru yang lebih proporsional sehingga setiap sekolah memiliki tenaga pendidik sesuai kebutuhan," katanya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.