Diskominfo OKI edukasi warga mencegah penipuan digital catut nama pejabat

Diskominfo OKI edukasi warga mencegah penipuan digital catut nama pejabat

Jumat, 11 September 2026 21:20 WIB

Image Print

Kepala Diskominfo OKI Adi Yanto. ANTARA/HO/Diskominfo OKI

Palembang (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (Diskominfo OKI), Sumatera Selatan, menggelar program edukasi bagi warga guna mencegah kasus penipuan digital.

Kepala Diskominfo OKI Adi Yanto di OKI, Jumat, mengatakan hal itu dilakukan menyusul adanya nomor telepon tidak dikenal yang diduga menghubungi masyarakat dengan mengatasnamakan Wakil Bupati OKI, Supriyanto, dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebutkan Diskominfo OKI telah melaporkan nomor tersebut melalui portal Aduan Nomor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Masyarakat perlu lebih cermat karena modus penipuan terus berkembang dan dapat memanfaatkan identitas pejabat, instansi pemerintah, maupun perusahaan untuk membangun kepercayaan," katanya.

Adi meminta masyarakat tidak terburu-buru merespons komunikasi dari nomor yang tidak dikenal, terlebih jika meminta uang, data pribadi, atau informasi keamanan akun.

Jika seseorang mengaku sebagai pejabat atau perwakilan instansi, masyarakat diminta melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan.

“Kalau menerima telepon atau pesan dari nomor yang tidak dikenal, jangan langsung percaya. Pastikan identitas dan informasinya melalui kanal resmi,” ujar Adi.

Sejumlah ciri yang perlu diwaspadai antara lain permintaan transfer uang, kode OTP, PIN, kata sandi, data pribadi, tautan, atau aplikasi tertentu. Pelaku juga kerap mendesak korban agar segera memenuhi permintaan.

Masyarakat disarankan menghentikan komunikasi apabila menemukan indikasi tersebut dan tidak mengikuti instruksi sebelum kebenarannya dipastikan.

Diskominfo OKI mendorong masyarakat tidak hanya mengabaikan nomor mencurigakan, tetapi juga melaporkannya melalui portal aduan resmi.

Laporan dapat digunakan untuk membantu proses penanganan terhadap nomor yang terindikasi melakukan penipuan atau spam.

“Kalau menemukan nomor yang diduga digunakan untuk penipuan, segera laporkan melalui aduannomor.id. Laporan masyarakat penting untuk membantu proses penanganan,” kata Adi.

Masyarakat disarankan menyimpan bukti komunikasi, seperti nomor telepon, tangkapan layar pesan, atau informasi lain yang berkaitan dengan dugaan penipuan saat melakukan pelaporan.

Untuk mengurangi risiko menerima panggilan spam atau penipuan, masyarakat dapat mengaktifkan fitur penyaringan dan identifikasi panggilan tidak dikenal yang tersedia pada perangkat Android maupun iPhone.

Operator seluler juga menyediakan layanan pendeteksi spam dan scam. Salah satunya SISCAMLING milik Telkomsel yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi pola komunikasi yang mencurigakan dan memberikan peringatan kepada pelanggan.

Namun, fitur tersebut merupakan perlindungan tambahan. Kewaspadaan pengguna tetap menjadi langkah utama.

“Teknologi membantu mendeteksi panggilan mencurigakan, tetapi masyarakat tetap harus berhati-hati. Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal,” tegasnya.

Diskominfo OKI menegaskan, kewaspadaan dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk mempersempit ruang gerak penipuan digital.

“Jangan mudah percaya, teliti sebelum bertindak, dan segera laporkan jika menemukan nomor yang mencurigakan,” kata Adi.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026