Samarinda (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur membina vokasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui penguatan sektor perkebunan dan perikanan darat.
"Program pembinaan seperti perkebunan dan budidaya ikan air tawar merupakan bentuk nyata pemberdayaan warga binaan guna mendukung ketahanan pangan," kata Kakanwil Ditjenpas Kaltim Yan Rusmanto di Samarinda, Minggu.
Menurut dia langkah pembinaan vokasi agribisnis tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan pada seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) serta rumah tahanan negara (rutan) di wilayah hukum Kalimantan Timur.
Pengembangan program kemandirian ini diselaraskan dengan implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas serta amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
"Hasil panen ini memberikan gambaran konkret bahwa warga binaan diberikan kesempatan luas untuk belajar, bekerja, berkarya, dan memiliki keterampilan," katanya.
Peninjauan lapangan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi mencakup pengembangan budidaya perikanan air tawar dan kebun melon di Lapas Balikpapan. Sarana pembinaan tani di lapas tersebut telah memanen 59 kilogram melon dan 63 kilogram ikan lele.
Pembinaan agribisnis WBP juga diperkuat melalui pembangunan enam unit kandang ayam petelur berkapasitas total enam ribu ekor di lahan satu hektare di Lapas Tenggarong.
"Pemberdayaan keterampilan kerja agribisnis ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan agar siap kembali berbaur dan mandiri di tengah masyarakat," katanya.
Yan mengatakan optimalisasi lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan mampu menjawab tantangan pembinaan di tengah kondisi beban hunian dengan kelebihan kapasitas hingga 400 persen dari total 13.141 WBP di wilayah hukum Ditjenpas Kaltim.
Lebih lanjut, seluruh hasil panen komoditas sayuran, telur, dan ikan air tawar dimanfaatkan secara penuh untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian Dapur Lapas setempat.
"Konsistensi program pembinaan terpadu ini terbukti mendidik nilai kedisiplinan individu sekaligus mendukung kelancaran agenda swasembada pangan nasional," kata Yan.
Ia mengatakan Kanwil Ditjenpas Kaltim terus mendorong jajaran kepala unit pelaksana teknis untuk memperluas jangkauan kerja sama dengan instansi pemerintah serta mitra swasta.
Sinergi pembinaan vokasi bersama penyuluh teknis diposisikan sebagai pilar utama transformasi lembaga pemasyarakatan menjadi pusat pelatihan kerja produktif dan berdampak.
"Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi agar potensi keterampilan warga binaan terkelola secara optimal," katanya.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.