Ditjenpas Maluku perkuat kemandirian WBP lewat pelatihan keterampilan produktif untuk bekal hidup - ANTARA News Ambon, Maluku

AMBON (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku memperkuat kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan klien pemasyarakatan melalui pelatihan keterampilan produktif sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Ricky Dwi Biantoro di Ambon, Rabu, mengatakan program pemberdayaan melalui Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon tersebut diarahkan agar klien memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan dan mengembangkan kehidupan secara mandiri.

"Bimbingan kemandirian kami arahkan agar klien memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Meubeler, UMKM, dan ketahanan pangan menjadi ruang bagi klien untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemandirian," ujarnya.

Ia mengatakan, pemberdayaan klien menjadi bagian penting dalam proses pembimbingan pemasyarakatan karena keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya ditentukan oleh pembinaan kepribadian, tetapi juga kesiapan klien untuk menjalani aktivitas produktif.

Menurut dia, keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan klien sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

Program pemberdayaan tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni meubeler, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ketahanan pangan.

Pada bidang meubeler, klien diarahkan mengembangkan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan. Sementara pembimbingan UMKM memberikan pemahaman mengenai aktivitas usaha dan pengembangan potensi ekonomi secara mandiri.

Adapun bidang ketahanan pangan diarahkan untuk mendorong klien terlibat dalam kegiatan produktif melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber pangan yang dapat mendukung kebutuhan keluarga maupun dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Klien diarahkan mengembangkan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan. Sementara pembimbingan UMKM memberikan pemahaman mengenai aktivitas usaha dan pengembangan potensi ekonomi secara mandiri. ANTARA/Dedy Azis

Dirinya menegaskan, pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian pelatihan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Keterampilan yang dimiliki harus dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif. Karena itu, pendampingan menjadi bagian penting agar klien mampu memanfaatkan bekal tersebut secara berkelanjutan," katanya.

Kepala Bapas Ambon Maria Nahak mengatakan kemampuan produktif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

"Kami ingin pembimbingan memberikan manfaat yang nyata. Klien perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat menjadi bagian yang produktif di lingkungan masyarakat," katanya.

Sementara itu, PK Ahli Utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Imam Suyudi mengatakan pemberdayaan klien perlu ditempatkan sebagai bagian dari persiapan untuk kembali menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat.

"Pemberdayaan klien bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kesiapan untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, kegiatan yang produktif perlu terus dikembangkan sesuai potensi masing-masing klien," ujarnya.

Pemberdayaan di bidang meubeler, UMKM, dan ketahanan pangan diharapkan menjadi modal bagi klien untuk membangun aktivitas produktif sekaligus mengurangi ketergantungan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.