Bandarlampung (ANTARA) - Realisasi pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung pada semester I-2026 mencapai Rp10,52 triliun.
"Berdasarkan data yang diperoleh dari pemerintah daerah sampai dengan 30 Juni 2026 atau di semester I-2026 pendapatan daerah di Lampung terealisasi sebesar Rp10,52 triliun atau 36,43 persen dari target dan tumbuh 9,40 persen dari tahun ke tahun," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lampung Purwadhi Adhiputranto di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan realisasi pendapatan daerah tersebut ditopang dari kinerja pendapatan asli daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp3,27 triliun atau 40,77 persen dari target sebesar Rp8,03 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 70,51 persen dari tahun ke tahun.
"Pertumbuhan pendapatan asli daerah tersebut didorong dari adanya peningkatan penerimaan pajak daerah khususnya dari pajak rokok," katanya.
Kemudian dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan PBB-P2, lalu ada juga peningkatan dari penerimaan retribusi daerah serta dividen dari badan usaha milik daerah (BUMD).
"Di sisi lain pendapatan transfer pemerintah pusat masih mengalami kontraksi sebesar 7,65 persen dari tahun ke tahun menjadi Rp6,97 triliun seiring lebih rendahnya penyaluran DAU, Dana Desa, DBH, dan insentif fiskal, meskipun sebagian besar telah diimbangi oleh peningkatan penyaluran DAK," ujar dia lagi.
Dia menjelaskan dari sisi belanja daerah regional Lampung telah terealisasi sebesar Rp9,58 triliun atau memiliki persentase 31,34 persen dari pagu sebesar Rp30,57 triliun atau meningkat 7,92 persen dari tahun ke tahun.
"Realisasi belanja daerah masih didominasi oleh belanja operasional sebesar Rp8,02 triliun atau 35,96 persen dari pagu, yang didorong atas adanya peningkatan belanja pegawai sebesar 19,30 persen dari tahun ke tahun," katanya pula.
Menurut dia, hal tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya realisasi gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan bagi aparatur sipil negara (ASN). Kemudian belanja barang dan jasa juga tumbuh 7,92 persen dari tahun ke tahun didukung oleh kenaikan belanja jasa serta belanja badan layanan umum daerah (BLUD).
Sementara belanja modal terealisasi sebesar Rp465,53 miliar atau 12,20 persen dari pagu, dan belanja transfer terealisasi sebesar Rp1,07 triliun atau 25,30 persen dari pagu.
"Realisasi APBD regional Lampung di semester I-2026 ini juga terdapat surplus anggaran sebesar Rp942,47 miliar yang berasal dari realisasi pendapatan daerah yang melampaui belanja daerah, pembiayaan daerah neto terealisasi sebesar Rp572,57 miliar, dan ada pemanfaatan SiLPA tahun sebelumnya, namun realisasi ini berjalan dinamis mengikuti kebutuhan pembayaran daerah," ujar dia pula.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.