Cirebon (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Jawa Barat memasang ventilasi gas metana di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kopiluhur sebagai langkah mitigasi untuk menekan potensi kebakaran yang rawan terjadi pada musim kemarau.
Kepala DLH Kota Cirebon Fina Amalia Purwantini di Cirebon, Rabu, mengatakan ventilasi tersebut dibuat dengan menanam dua pipa berdiameter besar hingga kedalaman sekitar 28 meter di dalam timbunan sampah.
Menurut dia, pipa itu berfungsi mengalirkan gas metana yang terbentuk dari proses pembusukan sampah organik agar tidak terakumulasi di dalam gunungan sampah.
“Penanaman pipa gas metana sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu,” katanya.
Ia menyampaikan pemasangan ventilasi tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap sejumlah kejadian kebakaran di berbagai TPA.
Dari hasil kajian tersebut, kata dia, akumulasi gas metana menjadi salah satu pemicu utama munculnya api, terutama saat kondisi cuaca panas.
Dengan adanya saluran pelepasan gas, lanjut dia, tekanan dan konsentrasi metana di dalam timbunan sampah dapat dikurangi sehingga risiko kebakaran di TPA dapat ditekan.
Selain membangun ventilasi, DLH Kota Cirebon menyiapkan cadangan pasir di sejumlah titik sebagai sarana penanganan awal apabila muncul asap atau titik panas.
Fina mengatakan pasir dipilih karena lebih sesuai untuk menutup sumber api di timbunan sampah, karena penggunaan air dinilai kurang efektif karena karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran pada umumnya.
“Kami mengintensifkan pengawasan di kawasan TPA Kopiluhur melalui patroli selama 24 jam untuk mempercepat deteksi dini terhadap potensi kebakaran maupun aktivitas yang dapat memicu munculnya api,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.