DLHKP Kediri targetkan PAD Rp2,6 miliar pada 2027 - ANTARA News Jawa Timur

Kediri (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Jawa Timur, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp2,6 miliar pada 2027 dan optimistis realisasinya dapat kembali melampaui target.

Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan optimisme tersebut berkaca pada capaian PAD tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,3 miliar atau sekitar 121 persen dari target yang ditetapkan.

"Target saya di 2027 di angka Rp2,6 miliar. Tapi saya optimistis bahwa angka tersebut akan terlampaui," katanya di Kediri, Rabu.

Ia berharap capaian PAD DLHKP pada tahun 2026 juga dapat mencapai sekitar 120 persen dari target yang telah ditetapkan, sebagaimana capaian pada tahun sebelumnya.

Menurut dia, DLHKP merupakan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Kediri yang menjadi sumber pendapatan asli daerah. Karena itu, optimalisasi potensi penerimaan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan tugas.

PAD DLHKP Kota Kediri berasal dari tiga sumber utama, yakni retribusi persampahan, parkir, serta jasa penebangan pohon.

Untuk jasa penebangan pohon, penerimaan diperoleh dari hasil penjualan pohon yang ditebang oleh petugas sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hasil penjualan tersebut kemudian disetorkan sebagai PAD.

Ia menambahkan pencapaian target PAD juga berkaitan dengan kedisiplinan petugas di lapangan. Penguatan disiplin diharapkan dapat mendukung optimalisasi pelayanan sekaligus penerimaan daerah.

"Kalau teman-teman di lapangan ini disiplin, pasti akan berdampak terhadap pelayanan optimal yang bisa diberikan kepada masyarakat," ujar dia.

Selain itu, juga dari retribusi parkir termasuk di lokasi taman wilayah Kota Kediri. Salah satu yang cukup besar adalah pendapatan retribusi di Taman Brantas Kota Kediri.

Ia menyebut, Taman Brantas Kota Kediri menjadi salah satu lokasi yang menarik. Letaknya di pusat kota menjadikan tempat ini cukup strategis.

Pihaknya juga mendorong banyak kegiatan digelar di lokasi tersebut, sehingga juga ikut berdampak pada PAD Kota Kediri. Beberapa lokasi taman yang banyak dikunjungi selain Taman Brantas, Kota Kediri, juga ada Taman Sekartaj, hingga Hutan Kota Joyoboyo, Kediri. 

Ia mengungkapkan, dari lokasi pendapatan retribusi di taman di Kota Kediri, awal Januari 2026 hingga Juli 2026 sekitar Rp150 juta. Jumlah ini juga optimistis bisa naik hingga akhir tahun 2026.

Sementara itu, pihaknya juga memperkuat jiwa korsa dan meningkatkan disiplin kerja para pegawai termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) paruh waktu, guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan jumlah pegawai di DLHKP mencapai sekitar 620 orang sehingga diperlukan penguatan disiplin untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Menurut dia, peningkatan disiplin pegawai akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat, baik petugas yang bekerja di lapangan, di kantor, maupun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Kalau teman-teman di lapangan disiplin, pasti akan berdampak terhadap pelayanan optimal yang bisa diberikan kepada masyarakat," ujar dia.

Selain berpengaruh terhadap kualitas layanan, kedisiplinan pegawai juga diyakini mendukung pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) yang menjadi salah satu target kinerja DLHKP.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.