Dompet Dhuafa paparkan Islamic Social Finance dalam forum global

Dompet Dhuafa paparkan Islamic Social Finance dalam forum global

Sabtu, 25 Juli 2026 20:51 WIB

Image Print

Dompet Dhuafa paparkan Islamic Social Finance dalam forum global. FOTO ANTARA/HO-DOMPET DHUAFA.

Amerika Serikat (ANTARA) - Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menyampaikan paparan mendalam bertajuk "Social Finance Practices to Achieve Social Welfare" pada konferensi tingkat dunia yang diselenggarakan pada 15–16 Juli 2026 di Markas Besar Bank Dunia (The World Bank Headquarters), Washington D.C., Amerika Serikat.

Mengusung tema "Forging Shared Prosperity: Advancing Digital Islamic Economics and Finance through Inclusive Services and Ethical Practices".

Ahmad Juwani menekankan pentingnya posisi Islamic Social Finance, yang mencakup instrumen Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) serta keuangan mikro syariah sebagai pilar utama perekonomian yang melengkapi sektor komersial dalam mengentaskan kemiskinan.

Ahmad Juwani menjelaskan bahwa Islamic Social Finance bertindak sebagai instrumen redistribusi kekayaan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mengentaskan kemiskinan, dan mewujudkan keadilan sosial.

Juwani memaparkan bahwa integrasi instrumen dana sosial (seperti dana hibah ZIS dan modal wakaf) dengan skema finansial komersial dan keuangan mikro (blended finance) mampu mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

"Sinergi zakat, wakaf, dan penguatan ekonomi mikro dapat memutus rantai transaksi riba, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong masyarakat penerima manfaat (mustahik) bertransformasi menjadi pembayar zakat (muzaki)," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bagaimana efektivitas pengelolaan dana sosial berdampak pada pencapaian makroekonomi nasional. Dampak jangka panjang dari optimalisasi ZISWAF meliputi peningkatan konsumsi agregat masyarakat kelas bawah, pertumbuhan bisnis mikro, pengurangan beban APBN pada program sosial, hingga penyempitan jurang ketimpangan ekonomi.

Sebagai bentuk praktik baik (best practices), Ahmad Juwaini membagikan pencapaian dan program pilar yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa sepanjang tahun 2025: Pertama, pendidikan: Melalui program beasiswa seperti ETOS, Bakti Nusa, dan Smart Ekselensia, lebih dari 90% penerima manfaat berhasil lepas dari garis kemiskinan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kedua, ekonomi: Program pemberdayaan ekonomi seperti Desa Tani, Dompet Dhuafa Farm, Budidaya Udang Vaname, hingga Sentra Kopi Sinjai terbukti berhasil mengangkat 70 persen UMKM penerima manfaat ke atas garis kemiskinan.

Ketiga, kesehatan dan Sosial: Pengelolaan jaringan Rumah Sakit Dompet Dhuafa, Klinik Apung Lombok, serta bantuan darurat bencana yang menjangkau jutaan penerima manfaat.

Sepanjang tahun 2025, Dompet Dhuafa mencatatkan penghimpunan dana sebesar Rp426,3 miliar dan menyalurkan Rp425,9 miliar yang memberi dampak nyata kepada lebih dari 2,82 juta jiwa penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kehadiran Dompet Dhuafa di panggung global ini menegaskan bahwa pengelolaan keuangan sosial Islam di Indonesia telah menjadi model yang diakui secara internasional.

Ahmad Juwaini menegaskan bahwa keberhasilan instrumen keuangan sosial sangat krusial dalam mendukung target pembangunan nasional, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Konferensi IFESDC 2026 ini diselenggarakan atas kerja sama IMAAM Maryland, Universitas Tazkia, Sakinah Finance, dan Office of Executive Director (EDS16) The World Bank Group, serta dihadiri oleh lebih dari 200 delegasi yang terdiri dari regulator, pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi industri keuangan syariah global.

BERITA KERJA SAMA

Pewarta : Muklasin
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.